DENPASAR, Radar Bali.id- Stroke adalah penyakit di bidang neurologi paling banyak, menjadi penyebab kematian dan kecacatan yang besar di Indonesia khususnya Bali.
Stroke menjadi prioritas utama penangan pemerintah di samping kanker dan jantung.
Di Bali, Dokter Neurologi spesialis menangani saraf lebih banyak pasien stroke, nyeri dan infeksi. Selain itu juga menangani kasus baru meningitis suis yang disebabkan paparan terhadap babi dan produk babi yang terinfeksi.
Baca Juga: Bagaimana Stroke Bisa Terjadi? Begini Penyebabnya
Sementara itu, Neurolog di Bali belum seimbang dengan rasio penduduk sedangkan jumlah kasus neurologi semakin banyak dijumpai saat ini. Jumlah dokter di Perhimpunan Dokter Neurologi Seluruh Indonesia (Perdosni) Cabang Denpasar 133 orang sebagian besar tersebar di Bali dan sekitar 15 orang akan tersebar Nusa Tenggara Timur.
"Sebagian besar masih tersebar di Bali.Sekitar 15 orang nanti akan disebar di NTT. Memang tantangan kami pemerataan jumlah neurolog belum baik sehingga harapan kami ke depannya bisa menyebarkan pemerataan ini lebih baik lagi, " ucap Ketua Perdosni Cabang Denpasar, dr. I Putu Eka Widyadharma diwawancarai dalam acara BANU 10th (Bali Neurology Update 2023 ) di Hotel Prime Plaza Sanur kemarin (18/11/2023).
Tidak hanya stroke menjadi kasus paling banyak, juga ada rabies dan meningitis suis juga menyebabkan kecacatan dan kematian. Khususnya pada penderita stroke, kerap terjadi kefatalan karena pengetahuan yang kurang dan juga tidak cepat ditangani.
Sebagian besar prioritas utama bidang pemerintah adalah stroke, yang paling banyak dijumpai dan risiko kematian dan cacat besar.
“Kasus terbaru meningitis suis dan rabies itu mungkin akan maksimalkan lagi supaya kasus ini tidak berkembang karena kecacatan rabies kematian cukup besar. Meningitis suis cukup memperhatikan kalau tidak melakukan upaya lebih besar," jelas dr. Eka. [*]
Editor : Hari Puspita