Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Stroke Ancam Kematian Terbanyak,Serang Usia Muda, Begini Peringatan Dokter Putu Eka, Ketua Perdosni Denpasar

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 19 November 2023 | 20:05 WIB
SAMPAIKAN PERINGATAN : Ketua Perdosni Cabang Denpasar dr, I Putu Eka Widyadharma. (ni Kadek novi febriani/radar bali)
SAMPAIKAN PERINGATAN : Ketua Perdosni Cabang Denpasar dr, I Putu Eka Widyadharma. (ni Kadek novi febriani/radar bali)

DENPASAR, Radar Bali.id-   Stroke adalah penyakit di bidang neurologi  paling banyak,  menjadi penyebab kematian dan kecacatan yang besar di Indonesia khususnya Bali.

Stroke menjadi prioritas utama penangan pemerintah  di samping kanker dan jantung.   

Di Bali, Dokter Neurologi spesialis menangani saraf   lebih banyak pasien stroke, nyeri dan infeksi. Selain itu juga menangani  kasus baru  meningitis suis yang disebabkan paparan terhadap babi dan produk babi yang terinfeksi. 

 Baca Juga: Bagaimana Stroke Bisa Terjadi? Begini Penyebabnya

Sementara itu, Neurolog di Bali belum seimbang dengan rasio penduduk sedangkan jumlah kasus neurologi semakin banyak dijumpai saat ini.  Jumlah dokter di Perhimpunan Dokter  Neurologi Seluruh Indonesia (Perdosni) Cabang Denpasar 133 orang sebagian besar tersebar di Bali dan sekitar 15 orang akan tersebar  Nusa Tenggara Timur. 

"Sebagian besar  masih tersebar di Bali.Sekitar 15 orang nanti akan disebar di  NTT. Memang tantangan kami pemerataan jumlah neurolog belum baik sehingga harapan kami ke depannya bisa menyebarkan pemerataan ini lebih baik lagi, " ucap  Ketua Perdosni Cabang Denpasar, dr. I Putu Eka Widyadharma diwawancarai dalam acara BANU 10th  (Bali Neurology Update 2023 ) di Hotel Prime Plaza Sanur kemarin (18/11/2023).  

 

Tidak hanya stroke menjadi kasus paling banyak, juga ada  rabies dan meningitis suis juga menyebabkan kecacatan dan kematian. Khususnya pada penderita stroke, kerap terjadi kefatalan karena pengetahuan yang kurang dan juga tidak cepat ditangani. 

Sebagian besar prioritas utama bidang pemerintah adalah stroke, yang paling banyak dijumpai dan risiko kematian dan cacat besar.

“Kasus terbaru meningitis suis  dan rabies itu mungkin akan maksimalkan lagi supaya kasus ini tidak berkembang karena kecacatan rabies kematian cukup besar. Meningitis suis cukup memperhatikan kalau tidak melakukan upaya lebih besar," jelas dr. Eka. [*]

Editor : Hari Puspita
#stroke #kesehatan