Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Manfaat Sirsak yang Tersembunyi : Mencegah Kanker hingga Pengendali Radang Sendi

Jawapos Source control • Minggu, 10 Desember 2023 | 05:05 WIB
BANYAK MANFAAT : Buah sirsak (Angger Bondan/Jawa Pos)
BANYAK MANFAAT : Buah sirsak (Angger Bondan/Jawa Pos)

Radar Bali.id- Buah yang satu ini banyak dijumpai di kebun-kebun warga di penjuru Nusantara. Gampang juga didapatkan di toko buah.

Nama sirsak berasal dari kata Belanda zuurzak yang berarti kantong asam. Penyebab rasa itu antara lain karena kandungan vitamin C yang melebihi kebutuhan harian orang dewasa.

Itu mengindikasikan manfaatnya sebagai antioksidan untuk menjaga kesehatan sel. Jadi, sesuai dengan penggunaannya secara turun-temurun sebagai antikanker, yang sudah banyak mendapat dukungan penelitian ilmiah. Studi ilmiah meyakini sirsak dalam membantu mengatasi gangguan kesehatan akibat penyakit kronis.

Hampir semua bagian tanaman sirsak sudah digunakan secara tradisional untuk tujuan kesehatan. Termasuk akar, kulit batang, daun, buah, dan bahkan bijinya.

Sirsak dikenal dengan banyak nama, antara lain guanabana, pawpaw, graviola, dan custard apple hingga nangka Belanda. Selain rasa masam seperti perpaduan mangga dan nanas, sirsak mudah dikenal dari baunya yang khas.

Buahnya mudah dikenal melalui kulit yang berwarna hijau, dipenuhi tonjolan seperti duri pendek. Tekstur daging buah lunak berwarna putih dengan ukuran buah yang cukup besar.

Karena itu, walaupun berkalori rendah, biasanya buah dikonsumsi setelah dibagi dua sampai tiga bagian. Karena berkaitan dengan tingginya kandungan gula sekitar 70 persen pada daging buah.

Asetogenin menjadi zat kandungan terbanyak, antara lain annomuricin dan annonacin. Kandungan mineralnya meliputi kalium, kalsium, natrium, tembaga, zat besi, magnesium, fosfor, natrium, magnesium, kalium, dan zinc. Ada juga kandungan vitamin B1, B2, B3, folat, dan serat.

Antikanker

Beberapa tahun lalu beredar kabar tentang manfaat rebusan daun sirsak untuk mengatasi kanker pada wanita, termasuk kanker payudara dan rahim. Penelitian sebagai antikanker memang sudah banyak dilakukan. Percobaan antara lain menggunakan ekstrak akar dan daun untuk bermacam-macam sel kanker. Termasuk kanker kolon, rahim, payudara, prostat, dan endometrium.

Beberapa hasil penelitian menghubungkan khasiat tersebut dengan zat kandungan asetogenin. Ulasan peneliti Indonesia yang dipublikasikan pada 2022 menyebutkan percobaan pada pasien pengidap kanker kolon.

Pasien mengonsumsi 5 gram serbuk ekstrak daun dan akar tiga kali sehari. Juga disertai modifikasi pola hidup. Hasilnya, menunjukkan terjadi proses penyembuhan. Studi lain menguraikan peran asetogenin, yaitu annocherimolin, pada percobaan dengan sel kanker kolon.

Selain itu, ada dugaan mekanisme antikanker lain yang erat berkaitan dengan modulasi aktivitas enzim antioksidan. Yaitu melalui peran ekstrak etanol 50 persen daun dalam memengaruhi peningkatan ekspresi enzim antioksidan, yang selanjutnya mencegah kerusakan sel.

Potensi sirsak sebagai antikanker perlu mendapat perhatian. Penelitian masih perlu berlanjut untuk memastikan khasiat dan keamanannya sebagai antikanker.

Pemakaian sirsak secara turun-temurun sebagai antiradang dibuktikan melalui studi pada hewan percobaan. Khasiat ini terutama berguna dalam membantu mempertahankan imunitas. Menariknya, khasiat antiradang yang dapat mengatasi penyakit karena peradangan, yaitu radang sendi lutut, yang disebut osteoartritis.

Studi etnomedisin memang menginformasikan pemakaian sirsak untuk mengatasi rasa nyeri tulang. Sebuah studi oleh peneliti Malaysia pada 2015 menunjukkan aktivitas antinyeri tulang pada tikus.

Tikus diberi injeksi ekstrak etanol daun sirsak selama dua minggu. Dan penurunan nyeri terjadi sejalan dengan peningkatan dosis. Diduga, cara kerjanya adalah dengan menekan pengeluaran faktor penyebab radang.

Khasiat sebagai antioksidan sirsak dipelajari melalui efeknya sebagai antidiabetes. Yang digunakan adalah ekstrak daun sirsak pada tikus yang mengalami diabetes dan terbukti menunjukkan khasiat antidiabetes yang menjanjikan.

Kandungan glukosa dan fruktosa lebih kurang 90 persen sehingga berpotensi meningkatkan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus.

Tanaman asal Annona muricata dari suku Annonaceae. Pohon tinggi mencapai 10 meter, daun berbentuk lebar pada bagian dasar, dan menyempit ke arah pucuk. Bagian atas daun mengilap dengan warna hijau gelap.

Berasal dari Amerika Tengah, pohon sirsak saat ini sudah bisa dijumpai secara luas di kawasan tropis dan subtropis seperti Asia Tenggara, Amerika Selatan, dan Afrika. Karena itulah, informasi pemanfaatan sirsak untuk kesehatan sangat luas.

Melalui studi etnobotani (pemakaian tanaman secara turun-temurun), ada pemakaian sirsak untuk mengatasi infeksi jamur dan bakteri, antihipertensif, antiradang, hingga antikanker. Juga ada pengalaman pemakaian sebagai antidiabetes, mengatasi gangguan kulit, dan malaria.

Luasnya pengalaman pemakaian juga sudah mulai didukung hasil penelitian ilmiah. Termasuk sebagai antikanker, antidiabetes, antibakteri, antiradang, dan antioksidan.

Riset pada zat kandungan sirsak sudah menemukan keanekaragaman kandungan, termasuk berbagai zat bioaktif. Seperti asetogenin, alkaloid coreximine, dan reticuline, flavonoid (kuersetin), minyak atsiri, vitamin, karotenoid, amida, dan siklopeptida.

Dikatakan, khasiat itu erat berkaitan dengan aktivitas antioksidan, penurun kadar lemak, dan efek perlindungan pada sel kelenjar pankreas. Hasil uji menunjukkan ekstrak daun membantu proses perbaikan dan pertumbuhan sel baru pada kelenjar pankreas.

Ekstrak etanol kulit batang juga menunjukkan aktivitas antidiabetes pada tikus, yang diduga erat berkaitan dengan menurunnya kadar kolesterol dan trigliserida. 

Buah

Buah sirsak yang matang dapat dikonsumsi tanpa diolah.

- Tambahkan sedikit gula atau madu untuk mengurangi rasa asam.

- Bagilah buah dalam beberapa bagian dan konsumsi secara tidak berlebih.

Daun

Ambil 5–7 lembar daun segar direbus dalam 500 ml air dengan api sedang hingga mendidih.

Kecilkan api, panaskan 10 menit, siap diminum 250 ml sekali sehari tiga kali seminggu.

Amati secara saksama efek yang dirasakan tubuh.

PERHATIAN

Jangan berlebihan mengonsumsi sirsak.

Hati-hati pemakaian pada orang yang minum obat dokter.

Ibu hamil dan menyusui, lansia, anak, serta bayi harap berkonsultasi dengan dokter. [PROF DR APT MANGESTUTI AGIL MS, Guru besar botani farmasi dan farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, Surabaya]

Editor : Hari Puspita
#Sirsak #Antikanker