Oleh: Santy Sastra
(Mindset Motivator dan Hipnoterapis)
KESEPIAN adalah merasa sendiri, tidak mendapat perhatian atau merasa diri tidak berguna merupakan bagian dari rasa kesepian.
Perasaan ini akan memunculkan perilaku menyendiri saat seseorang merasa tidak ada yang memahami, menghargai dirinya serta merasa diri tidak berguna untuk siapa pun.
Perasaan ini tidak hanya muncul saat sendirian tetapi juga bisa muncul saat berada di keramaian.
Rendahnya kualitas bersosialisasi juga termasuk salah satu faktor seseorang merasakan kesepian. Hal ini dapat dibayangkan seperti berada di sebuah kelompok yang membentuk lingkaran dengan dikelilingi sebagian teman .
Akan tetapi kehadiran kita seakan tidak dianggap sama sekali oleh yang lain, tidak ada yang mengajak ngobrol, tidak dianggap atau bahkan mungkin tidak berharga sama sekali.
Dari hal ini akan muncul perasaan tidak enak, terasingkan, dan rasa kesepian. Apabila terjadi hingga berulang kali dan tidak segera diselesaikan maka akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan baik secara emosional atau psikologis.
Kesepian sebagai respons diri terhadap perbedaan yang dirasakan antara kuantitas dan kualitas kehidupan sosial yang diinginkan dalam hubungan sosial yang sebenarnya.
Peneliti Tilmann von Soest dari Oslo University, mendefinisikan kesepian sebagai respons diri terhadap perbedaan yang dirasakan antara kuantitas dan kualitas kehidupan sosial yang diinginkan dalam hubungan sosial yang sebenarnya.
Dapat diartikan juga saat memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap orang lain terhadap keinginan akan tetapi realitas yang terjadi ternyata tidak sejalan dengan apa yang dipikirkan dan diinginkan.
Perasaan sendiri atau kesepian ini merupakan salah satu penyakit fisik di mana kesepian mengarah pada ketidakmampuan seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungan dan orang sekitar sehingga menyebabkan terganggunya kesehatan psikologis dan emosional seseorang yang akhirnya menimbulkan gejala secara fisik.
Rasa kesepian juga dapat menyebabkan seseorang menjadi putus asa dan bahkan bisa berpikiran untuk bunuh diri.
Seseorang merasa putus asa untuk hidup karena tidak memiliki orang atau teman dekat yang bisa menjadi teman bicaranya sehingga akan merasa tidak ada orang yang peduli pada dirinya sehingga timbul pikiran yang irasional.
Tetapi tidak semua Individu yang tidak menginginkan teman bukan berarti orang yang kesepian, tetapi ialah seseorang yang menginginkan teman dan tidak memilikinya.
Kesepian juga bisa dikarenakan ditinggal oleh seorang yang dirasa sangat penting, seseorang yang merupakan kelekatan diri atau seseorang yang kita anggap dekat.
Kunci utama untuk menghadapi rasa kesepian ini adalah menemukan teman yang bisa mengerti atau memahami, bisa juga dengan melakukan hal yang kita senangi untuk menghilangkan dan mengenyahkannya.
Jika perasaan sepi ini sering dialami, segera konsultasi dengan ahlinya atau datang ke hipnoterapis yang dipercaya untuk mendapatkan solusi, mungkin “inner child” yang muncul, sehingga perlu didamaikan. (*/ss/han)
Editor : Rosihan Anwar