Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kenali Penyebab Nyeri Akut dan Nyeri Kronis Pada Tubuh

Tim Redaksi • Minggu, 21 Januari 2024 | 02:48 WIB
DTEKSI NYERI: dr. I Gusti Ngurah Alit Hendra Wahyudi, S.Ked
DTEKSI NYERI: dr. I Gusti Ngurah Alit Hendra Wahyudi, S.Ked

Oleh: dr. I Gusti Ngurah Alit Hendra Wahyudi, S.Ked

 

DENPASAR, radarbali.id - Nyeri adalah respons tubuh terhadap rangsangan yang mengancam. Ini adalah mekanisme pertahanan alami untuk melindungi kita dari bahaya. Namun, nyeri juga dapat menandakan bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada tubuh.

Menurut pedoman dari Asosiasi Internasional untuk Studi Nyeri (IASP), nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan, potensi kerusakan jaringan, atau kondisi yang menyebabkan kerusakan jaringan. Ada dua jenis nyeri yaitu nyeri akut dan nyeri kronis.

Nyeri akut adalah nyeri sementara yang terjadi secara tiba-tiba. Biasanya berlangsung tidak lebih dari tiga bulan dan disebabkan oleh cedera fisik atau penyakit akut seperti Sakit tenggorokan atau infeksi saluran kemih.

Selain itu nyeri akut melindungi tubuh dari cedera lebih lanjut dan memicu reaksi defensif seperti melarikandiri dari api yang panas.

Nyeri kronis adalah nyeri yang berlangsung selama lebih dari tiga bulan. Nyeri kronis bisa disebabkan oleh kondisi medis kronis seperti arthritis, fibromialgia, atau neuropati. Disini Nyeri kronis bukan lagi merupakan sinyal peringatan,melainkan penyakit itu sendiri.

Hal ini dapat memengaruhi banyak aspek kehidupan sehari-hari,termasuk tidur,emosi dan aktivitas fisik.

Diagnosis nyeri didasarkan pada riwayat pasien, pemeriksaan fisik dan penilaian nyeri. Instrumen yang valid dan dapat diandalkan harus digunakan untuk menilai nyeri.

Beberapa contoh instrumen yang sering digunakan untuk menilai nyeri akut skala analog visual (VAS) yaitu menggunakan garis 10 cm dengan deskripsi 'tidak nyeri' ditandai di ujung kiri garis dan 'nyeri berat tidak terkontrol' ditandai di ujung kanan.

Pasien diminta untuk menandai suatu titik pada garis yang paling mewakili rasa sakitnya kemudian diukur dan hasilnya sama dengan skor VAS dan skala nyeri numerik (NRS) yaitu garis horizontal dengan rentang numerik sebelas titik dari 0-10 dengan 0 tidak nyeri dan 10 nyeri sangan hebat.

Pasien diminta untuk menyebutkan angkanya. Contoh untuk intrumen menilai nyeri kronis yaitu Roland-MorrisDisability Index(RMDQ) dan Oswestry Functional Questionnaire(ODI) digunakan untuk mengukur kecacatan dan keterbatasan fungsional. Penilaian nyeri yang komprehensif membantu dokter untuk merencanakan pengobatan yang tepat.

IASP menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam manejemen nyeri akut. Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa sakit pasien, meningkatkan fungsi dan mencegah kekambuhan. Penanganan nyeri harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pasien, dengan mempertimbangkan tingkat keparahan nyeri, penyebab yang mendasari, dan status kesehatan pasien.

Pilihan pengobatan untuk nyeri akut meliputi penggunaan analgesik,fisioterapi, prosedur neurologis dan, jika perlu, prosedur pembedahan.

Untuk penanganan nyeri kronis memerlukan pendekatan multidisiplin yang melibatkan kolaborasi tenaga medis tujuannya adalah untuk mengurangi rasa sakit,memperbaiki fungsi dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Pilihan pengobatan untuk nyeri kronis meliputi penggunaan analgesik,fisioterapi, terapi neurologis, psikoterapi dan, jika perlu, pembedahan.

Memahami perbedaan antara nyeri akut dannyerikronis adalah langkah pertama untuk mengelola dan merawat kesehatan kita dengan lebih baik.

Namun, penting untuk diingat bahwa setiap orang merespons rasa sakit secara berbeda dan pengobatan perlu disesuaikan dengan kebutuhan individu. Dengan pengobatan yang tepat,dampak nyeri pada kehidupan sehari-hari dapat dikurangi dan kualitas hidup dapat ditingkatkan.***

Editor : M.Ridwan
#nyeri kronis #kesehatan #Nyeri Akut #nyeri tubuh