Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

BBPOM Denpasar Dorong UMKM Berinovasi Dalam Pengemasan dan Urus Izin Edar

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Kamis, 1 Februari 2024 | 02:28 WIB
SOSIALISASI: Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Semarapura, Selasa (30/1/2024). (Dewa Ayu Pitri Arisanti)
SOSIALISASI: Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Semarapura, Selasa (30/1/2024). (Dewa Ayu Pitri Arisanti)

SEMARAPURA, Radar Bali- Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni melihat kuliner Bali yang beragam dan banyak digemari sangat potensial untuk dibuat makanan kemasan.

Hanya saja, baru segelintir pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bali yang berinovasi dalam pengemasan.

“Banyak pengusaha kuliner yang memiliki pelanggan sehingga cabangnya ada di mana-mana. Hanya saja mereka fokus ke makanan siap saji. Masih segelintir yang mengemas produk makanannya dalam kemasan beku atau forzen,” ujar Aryapatni usai membuka Gerakan Bersama Pelayanan Izin Edar Obat dan Makanan untuk UMKM di Bali bertempat di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Selasa (30/1).

Padahal dengan membuat produk dengan kemasan beku yang dapat dikirim ke wilayah luar Bali dan bertahan dalam waktu yang lama, pasar yang dapat dijangkau akan lebih luas.

Bahkan dengan inovasi dalam kemasan, menurutnya ada pelaku UMKM mengalami peningkatan omzet hingga 300 persen. “Tetapi untuk bisa memasarkan produk makanan kemasan, pelaku usaha harus memiliki izin edar,” jelasnya.

Menurutnya, BBPOM di Denpasar tengah berupaya untuk menghapus stigma bahwa mengurus izin edar sulit, lama dan berbiaya tinggi. Dia menduga hal itu terjadi lantaran pengusaha mengurus izin edar dibantu oleh calo.

“Kami dari BPOM siap membantu prosesnya. Bahkan memberikan diskon 50 persen untuk registrasi laboratorium. Ada juga fasilitator nasional yang siap membantu. Bahkan fasilitator di Bali banyak yang membantu pelaku UMKM di luar Bali,” ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, total UMKM obat tradisional, kosmetik dan makanan olahan yang di dampingi hasil pembinaan BBPOM Denpasar sampai tahun 2023 sebanyak 134 UMKM.

Sementara untuk pendampingan sampai mendapatkan izin edar yang diterbitkan sebanyak 503 UMKM. “Sementara jumlah UMKM di Bali sampai tahun 2023 sebanyak 439.382 UMKM,” tandasnya. (ayu)

Editor : Rosihan Anwar
#edukasi makanan sehat #bbpom di denpasar #sosialisasi #perizinan