Oleh: dr. Ni Kadek Sri Rahayu Wijayanti, S.Ked
DEWASA ini, kata ruam popok sangat lazim terdengar di tengah masyakarat luas. Ruam popok atau yang dalam bahasa medis dikenal sebagai diaper rash atau napkin dermatitis merupakan suatu reaksi peradangan kulit yang timbul didaerah kulit yang tertutup popok (bokong sekitar anus, paha bagian dalam, daerah kelamin, dan perut bagian bawah), yang disebabkan oleh faktor iritan, diantaranya urin, feses, kelembaban dan gesekan.
Ruam popok merupakan salah satu penyakit kulit tersering pada bayi dan anak-anak yang popoknya selalu basah dan jarang diganti. Kasus ini umumnya terjadi pada bayi rentang usia 3-18 bulan, dengan puncak pada usia 9-12 bulan. Hal ini menyebabkan gangguan signifikan pada bayi, seperti perubahan perilaku yaitu menangis, gelisah, perubahan pola makan dan tidur yang menyebabkan ketidaknyamanan pada bayi.
Penyebabnya berupa multifaktorial akibat berlangsung lama, yaitu urin dan feses. Urin yang terkumpul terlalu lama didalam popok dapat menyebabkan overhidrasi pada kulit, yang akan membuat permukaan kulit lebih rapuh dan merusak integritas kulit area diaper.
Overhidrasi juga meningkatkan permeabilitas kulit oleh iritan dan meningkatkan gesekan pada kulit yang dapat mengakibatkan kerusakan mekanik pada lapisan teratas kulit sehingga akan terjadi penurunan fungsi barrier kulit. Pertemuan urin dan feses akan meningkatkan pH kulit yang akan memicu enzim feses (protease dan lipase) lebih aktif dan akan menghancurkan lipid dan protein kulit, sehingga kulit menjadi iritasi. Pemakaian produk-produk pembersih dengan antiseptik, seperti tisu basah antiseptik juga dapat menghancurkan flora normal kulit dan menyebabkan iritasi pada kulit. Kulit yang basah dan rapuh, serta peningkatan pH yang mengganggu flora normal kulit akan lebih mudah dimasuki mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur
Gejala yang biasa ditemukan adalah kemerahan, ruam, bengkak, kulit kering, atau berbintik-bintik disekitar daerah popok tersebut, dimana gejalanya bisa timbul berbeda-beda tergantung derajat keparahannya.
Adapun cara pencegahan dan terapi praktis pada ruam popok ini dengan tekhnik ABCDE, yaitu Air atau udara, dengan membiarkan bagian tertutup popok minimal terbuka selama 5 menit, Barrier atau proteksi dilakukan dengan mengoleskan krim pelembab ke bagian yang tertutup oleh popok, Cleansing dengan membersihkan area yang tertutup popok menggunakan air dan lap lembut, Diapering yaitu mengganti popok bayi segera apabila kondisinya basah atau kotor dengan menggunakan popok daya serap tinggi yang diganti setiap 1 hingga 3 jam, serta menggunakan ukuran yang tepat, Education memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pencegahan dengan metode yang telah disebutkan.
Apabila orang tua mendapatkan kasus ruam popok segera konsultasikan ke dokter, dengan pengobatan yang tepat akan meminimalisir tingkat keparahan serta menurunkan resiko terjadinya komplikasi sehingga meningkatkan kualitas hidup bayi. Salam sehat!.***
Penulis adalah dokter umum berdinas di RSUD Bali Mandara
Editor : M.Ridwan