Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gedor dari Desa Cegah Penularan Kasus Baru HIV/AIDS, Stop Stigma dan Diskriminasi terhadap ODHA

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 20 April 2024 | 22:13 WIB
CEGAH PENULARAN: Deklarasi getting three zero dimulai dari Desa Dauh Puri Klod bersama kader peduli AIDS dan narkoba di Kantor Desa Dauh Puri Klod (19/4/2024)
CEGAH PENULARAN: Deklarasi getting three zero dimulai dari Desa Dauh Puri Klod bersama kader peduli AIDS dan narkoba di Kantor Desa Dauh Puri Klod (19/4/2024)
DENPASARradarbali.id -   Mencegah penyebaran kasus HIV/AIDS,  melalui pengurus desa dengan melakukan deklarasi getting three zeroes dimulai dari Desa Dauh Puri Klod bersama kader peduli AIDS dan narkoba di Kantor Desa Dauh Puri Klod pagi Jumat (19/4/2024).
 
Mereka menyatakan siap untuk menerima pelaporan dan melakukan pendampingan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS)  yang di Desa Dauh Puri Klod. 
 
"Pendampingan tersebut adalah untuk mencegah adanya stigma dan diskriminasi mencegah kasus baru penularan HIV dan mencegah kematian akibat HIV,"ucap serentak dipimpin Perbekel Dauh Puri Klod Nengah Suartha bersama Kader Desa Peduli AIDS Narkoba.
 
Baca Juga: Jelang Pilkada 2024, KPU Denpasar Buka Rekrutmen PPK Akhir Bulan April Ini
 
Hadir Ketua Forum Peduli AIDS (FPA) Bali, dr. Made Oka Negara, M.Biomed kemarin. Oka Negara mendukung gerakan dari desa untuk mencegah penularan kasus baru.
 
Menurutnya yang menjadi fokus bukan orang yang rentan yakni mereka yang homoseksual maupun gonta-ganti pasangan saja namun anak-anak, ibu rumah tangga serta remaja. 
 
"Jadi acara hari ini sebenarnya adalah salah satu dari kita banyak hal yang diupayakan untuk bisa getting three zero 2030. Sementara pada titik ini kita harus bekerja keras untuk membuat orang makin aware. Sementara HIV/AIDS ini semakin tahun semakin dilupakan kita ada pada titik yang kita sudah tahu semuanya edukasinya sudah ada kemudian kalau ada yang kena HIV  tesnya sudah ada, dan ada obat yang harus dikonsumsi sehingga tidak ada lagi mempermasalahkan HIV.   Yang masih merasa sehat, tidak mau periksa, tidak mau minum obat," beber dr Oka. 
 
Baca Juga: Arus Balik, Kelurahan Renon Pelototi Duktang, Lakukan Pendaftaran Penduduk Non Permanen
 
Salah satu pintu pencegaham adalah masuk ke ranah desa yang memiliki wilayah dan masyarakat. Harapannya desa ikut terlibat untuk menjadi tempat  kader-kader yang bisa melakukan pencegahan dan pendampingan pengobatan.
 
"Jadi kita mengakselerasi supaya itu ada ayo membuat alur untuk ada pelaporannya yang tidak stigmatif, tidak kondusif dan nyaman. Kemudian kalau ada yang positif memberikan dukungan atau arv (Antiretroviral) atau dukungan lain. Kalau semua bisa mandiri begitu sepertinya pencapaian 6 tahun lagi bisa terwujud," paparnya. 
 
Sementara itu, hadir juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Wayan Buda mendukung  dengan adanya kader-kader peduli AIDS  mencegah penularan kasus baru karena setiap desa bisa melakukan dengan menggunakan anggara desa.***
 
Editor : M.Ridwan
#Getting Three Zeroes #cegah penularan #AIDS #HIV