DENPASAR, radarbali.jawapos.com -Tim BBPOM di Denpasar melakukan uji sample terhadap berbagai jenis makanan yang dijual di Pesta Kesenian Bali, Denpasar. Kegiatan itu dilakukan pada Senin (8/7/2024).
Dalam kegiatan itu, dari kurang lebih 12 jenis makanan, mulai dari krupuk, pop korn, kembang gula, jajanan jenis topoki dan lainnya, petugas tak menemukan adanya kandungan zat berbahaya seperti borax, formalin juga pewarna textil.
Putu Ekayanti ketua Tim PelayananPublik dan Komunikasi Edukasi, Informasi BBPOM di Denpasar mengatakan, kegiatan ini rutin dilakukan selama gelaran Pesta Kesenian Bali.
Untuk PKB kali ini telah dilakukan sebanyak dua kali. yang pertama dilakukan pada 14 Juni lalu. Saat itu, dari 24 produk yang diuji sample, seperti bakso, jajan, kue, mi basah, es gula, kripik dan lainnya, tidak ada satupun yang mengandung bahan berbahaya. Tidak ada borax formalin atau pewarna tekstil.
"Kali ini tahap kedua yang kami lakukan. Dari pangan siap saji yang dijual tidak ada kandungan borax, kandungan formalin atau kandungan tekstil," katanya, Senin (8/72024) sore di lokasi kegiatan.
Dari 12 sampel yang diuji kemarin, petugas tak menemukan adanya makanan yang mengandung zat berbahaya. Meski tak ditemukan adanya pedagang yang menjual makanan mengandung zat berbahaya, petugas malah menemukan adanya pedagang yang menjual cikibul atau ciki ngebul.
Petugas BBPOM di Denpasar didampingi Pol PP dan Dinas Koperasi langsung menindak pedagang tersebut. Cikibul sendiri merupakan Snack yang dituang larutan nitrogen cair. Campuran itu kemduian menimbulkan efek asap dan dingin ketika masuk ke mulut.
Ekayani menegaskan bahwa penjualan cikibul sudah dilarang, tak boleh dijual lagi. Hal itu karena menimbulkan efek berbahaya bagi organ dalam tubuh konsumennya.
"Itu tidak boleh karena bisa merusak organ dalam. Kami lakukan penindakan barengan dengan Pol PP sudah ditrunkma dan akan diawasi," tegasnya.
Sementara itu, dari pantauan langsung di lokasi, pedagang bernama Tayan tersebut mengaku baru dua hari menjual cikibul di Pesta Kesenuan Bali.
Dia mengaku membawa barang dagangannya berupa ciki dan dri es langsung dari Jember Jawa Timur menggunakan tong khusus. Atas temuan itu, petugas ekana meminta keterangan pedagang tersbeut lebih lanjut di kantor BBPOM di Denpasar.
"Besok (hari ini) kami panggil untuk ditelusuri dari mana sumbernya itu. Supaya tidak lagi terjadi di Bali jual cikibul," sambungnya.
Selain cikibul, petugas juga menemukan makanan Korea yakni Latiao. Jenis makanan ini sudah dilarang untuk tak dijual di PKB. Namun faktanya masih ada saja pedagang yang membandel.
Petugas meminta dan memberikan peringatan tegas kepada pedagang untuk tak menjual lagi makanan import tersebut karena belum memiliki izin edar. (mar)
Editor : Rosihan Anwar