Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Edukasi Keamanan Pangan atau Food Safety, Cegah Merebaknya “Bali Belly"

Rosihan Anwar • Senin, 11 November 2024 | 01:17 WIB
Photo
Photo

Oleh: Ni Putu Ekayani S.L., S.Si.,Apt.,M.Biomed

(BBPOM di Denpasar

 

BALI BELLY” adalah istilah umum untuk wisatawan mancanegara yang menderita diare selama berwisata di Bali. Gejala yang umum terjadi yaitu: diare, mual, kram perut dan demam.

Merebaknya kasus ini menyerang wisatawan membawa tantangan tersendiri untuk senantiasa menjaga keamanan pangan.

Apa penyebab Bali Belly?

Si OMA : Bali Belly dapat disebabkan oleh hal yang sama terkait kemamanan pangan yaitu focus pada bahaya Biologi. Penyebab yang umum pada kasus ini :

Bagaimana mencegahnya?

Si OMA :

 

Bila sudah kena Bali belly, bagaimana langkah langkah pengobatannya

Si OMA :

Untuk mengatasi “Bali Belly”, apa yang telah dilakukan oleh BPOM yang ada di Bali?

Si OMA :

Tupoksi Balai Besar POM di Denpasar adalah melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap Obat dan Makanan yang diproduksi dan beredar di provinsi Bali.

Masalah Kesehatan yang diakibatkan oleh makanan yang dikonsumsi oleh Masyarakat yang hadir atau berkunjung di Bali juga merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi dan media.

Hal ini telah direalisasikan dengan pembentukan tim koordinasi pembinaan dan pengawasan obat dan makanan. Tim yang terdiri dari beberapa organisasi pemerintah daerah terkait sangat konsen dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pangan yang beredar.

Untuk kasus Bali Belly yang biasanya terjadi pada wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali telah dilakukan Langkah Langkah antisipatif berupa Edukasi Keamanan Pangan/Food Safety kepada para pedagang kreatif lapangan di daerah daerah destinasi wisata.

Seperti Pura Besakih, Monumen Bajra Sandi Renon, Area Kuliner Pesta Kesenian Bali, dll. Di Kawasan ini, dilakukan sampling dan pengujian terhadap produk pangan siap saji yang dijual dan edukasi hygiene sanitasi kepada para pedagang.

Hal ini sangat penting mengingat hasil penelitian Desyantari dkk tahun 2023, bahwa lokasi mengonsumsi makanan mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kejadian Bali Belly pada wisatawan mancanegara di Kawasan Wisata Pantai Pandawa.

Lokasi yang dimaksud adalah Pedagang Kaki Lima di seputaran area Kawasan wisata. Dilakukan pula edukasi kepada para pengelola hotel yang melakukan tugas di bagian pengolahan pangan siap saji seperti Anvaya Hotel, dan lain-lain.

Akan dilaksanakan pemasangan Banner di area bandara dan daerah destinasi wisata dan edukasi di media sosial secara berkala. (*) 

 

  

 

 

Editor : Rosihan Anwar