Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mengenal Ultrasonografi (USG) pada Peradangan Usus Buntu (Appendisitis Akut)

Tim Redaksi • Rabu, 13 November 2024 | 15:00 WIB
Photo
Photo

Oleh: dr. I Gusti Ayu Agung Pritha Dewi, S.Ked

APPENDICITIS AKUT atau yang lebih kita kenal dengan radang usus buntu adalah perdangan pada appendix veriformis yang merupakan suatu bagian dari usus besar.

Penyakit ini merupakan kondisi emergensi karena dapat mengakibatkan komplikasi berupa infeksi dan peradangan pada seluruh perut yang memerlukan operasi pembedahan besar.

Appendisitis diawali oleh adanya sumbatan pada lumen (rongga) appendix yang menyebakan terjadinya peradangan.

Appendisitis akut ini aadalah penyakit yang sangat sering terjadi yaitu 100-223 per 100.000 penduduk per tahun. Bisa terjadi pada anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.

Gejalan appendisitis akut diawali oleh nyeri pada area perut yang tidak spesifik biasanya perut atas bagian tengah atau sekitar pusar kemudian terlokalisir ke perut kanan bawah.

Biasanya nyeri diperparah saat berjalan atau batuk. Gejala lain yang dapat timbul adalah tidak nafsu makan, mual/muntah, diare, lemas dan sering kencing atau tidak bisa menahan kencing. 40% pasien akan demam bersamaan dengan timbulnya keluhan-keluhan tersebut. 

Peran USG Dalam Diagnosis Appendisitis Akut

Diagnosis appendisitis akut secara umum paling sering menggunakan sistem skoring yaitu Alvarado Score, sehingga perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium setelah dilakukan anamnesa mengenai gejala dan pemeriksaan fisik oleh dokter.

Namun terkadang diagnosis appendisitis masih meragukan dengan metode ini sehingga diperlukan pemeriksaan lanjutan lain yaitu pemeriksaan radiologi.

Pemeriksaan radiologi yang paling sering dilakukan untuk diagnosis appendisitis akut adalah Ultrasonografi (USG).

USG abdomen (perut) merupakan pemeriksaan radiologi paling sering yang dikerjakan untuk mendiagnosa pasien dengan tanda abdomen akut, salah satunya adalah appendisitis akut.

USG menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk memindai organ tubuh manusia secara real time.

USG ini bisa secara spesifik memperlihatkan tanda-tanda peradangan pada appendix seperti penebalan pada dinding appendix dan adanya sumbatan pada lumen appendix.

Pemeriksaan USG juga memiliki keunggulan yaitu tidak menggunakan radiasi sehingga aman untuk anak-anak dan ibu hamil.

Namun USG ini juga memiliki beberapa kelemahan seperti susah mengevaluasi pasien obesitas karena lemak pada dinding perutnya bisa menghalangi visualisasi terhadap appendix.

Selain itu letak appendix dibelakang usus besar dan pasien dengan nyeri hebat (biasanya sudah terjadi peritonitis/peradangan pada dinding perut akibat appendix yang pecah) bisa menyusahkan diagnosis appendisitis dengan USG. 

Terapi Appendisitis Akut

Terapi primer appendisitis akut adalah pemberian antibiotik, terutama pada pasien-pasien tanpa komplikasi. Pemberian antibiotik juga bisa sebagai terapi awal sebelum dilakukannya pembedahan.

Sedangkan terapi definitif appendisitis akut adalah pembedahan/operasi yang dikenal dengan nama appendectomy.

Bahkan saat ini sudah sering dikerjakan operasi dengan metode laparoskopi yang minim komplikasi dengan sayatan yang sangat kecil.

Appendisitis akut merupakan kondisi emergensi yang harus segera didiagnosis. Jika appendisitis akut tanpa komplikasi dapat didiagnosis dan diterapi lebih awal pasien bisa sembuh dalam 24 jam hingga 48 jam.

Salah satu modalitas diagnosis appendisitis akut adalah dengan pemeriksaan USG yang bisa dikerjakan secara cepat, tanpa radiasi sehingga bisa dikerjakan pada ibu hamil dan anakanak.

Apabila mengalami gejala-gejala seperti nyeri perut terutama di perut kanan bawah, nafsu makan menurun, mual/muntah, demam segera periksa ke dokter sehingga akan mendapat penanganan lebih lanjut. (*) 

 

Sumber: Michael Krzyzak, Stephen M Mulrooney. National Library of Medicine. 2020. Acute Appendicitis

Review: Background, Epidemiology,      Diagnosis and Treatment

https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7358958/

Richard A. Lopez; Jeffrey G. Deppen. Appendicitis. National Library of Medicine. 2024 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK493193/  

 

Editor : Rosihan Anwar