Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mendewasakan Diri dengan Mengalahkan Ego

Rosihan Anwar • Minggu, 15 Desember 2024 | 15:10 WIB

Santy Sastra
Santy Sastra

Oleh: Santy Sastra

(Mindset Motivator dan Hipnoterapist) 

EGO merupakan bagian struktur kepribadian manusia menurut Sigmund Freud. Ahli psikoanalisis tersebut menjelaskan, bahwa ego membuat seseorang sadar untuk memenuhi kebutuhan atau keinginannya.

Sifat egois terkadang membuat seseorang kerap membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain sehingga membuat egonya terluka. Karena itu, untuk mengendalikan ego, hentikan kebiasaan tersebut dan mulai fokus pada kemampuan sendiri. 

Salah satu cara untuk mengendalikan ego ialah dengan menerima kritik dan saran dari orang lain agar menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan bersikap defensif terhadap hal tersebut, sebab itu justru menandakan bahwa Anda adalah orang yang egois.

Ego yang tinggi terkadang membuat seseorang menginginkan semua kehendaknya terpenuhi, padahal ada kalanya sebuah keinginan harus direlakan karena kondisi tertentu.

Karena itulah, perlu belajar menerima penolakan atau mengalah pada situasi tertentu.

Sifat egois akan membuat seseorang hanya berusaha memenuhi keinginannya sendiri tanpa memedulikan orang sekitar. Maka untuk menurunkannya, perlu lebih peduli pada orang di sekitar.

Selain lebih peduli dengan orang sekitar, juga perlu belajar menjadi pendengar yang baik. Dengan mendengar cerita orang lain, akan lebih memahami keadaan orang-orang di sekitar yang sebenarnya, sehingga tidak hanya fokus pada diri sendiri.

Sifat egois terkadang membuat seseorang kerap membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain sehingga membuat egonya terluka. Karena itu, untuk mengendalikan ego, hentikan kebiasaan tersebut dan mulai fokus pada kemampuan sendiri.

Menjaga ego tetap terkendali bisa menjadi hal yang sulit. Namun, jalan menuju kesadaran diri dan kerendahan hati bukanlah hal yang mustahil, yaitu belajar cara mengendalikan ego dan membangun pola pikir yang lebih sehat. 

Mengubah pola pikir dari negatif ke positif dengan mempraktikkan rasa syukur. Luangkan waktu beberapa saat setiap hari untuk mencatat hal-hal yang disyukuri.

Tindakan sederhana ini dapat mengubah cara pandang, menumbuhkan rasa puas dan mengurangi cengkeraman ego. Selalu dikatakan bahwa hati yang bersyukur adalah hati yang rendah hati.

Kesalahan adalah bagian hidup yang tak terelakkan, dan menerimanya sangatlah penting untuk mengendalikan ego. Daripada terus memikirkan kesalahan, akui kesalahan tersebut sebagai peluang untuk berkembang.

Adopsi ketidaksempurnaan, belajar dari pengalaman, dan menggunakan itu sebagai batu loncatan untuk menjadi versi diri yang lebih baik. 

Aspek terpenting dalam menjinakkan ego adalah melepaskan keinginan untuk mengendalikan diri secara total.

Daripada berfokus pada hasil, pertimbangkan upaya yang dilakukan. Ego yang berlebihan dan sulit dikendalikan menjadikan diri sulit berpikir dengan kepala dingin. (ss/han)

 

Editor : Rosihan Anwar