Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mau Tahu dan Mengatasi Sindrom Geriatri saat Memasuki Lansia? Ini Jurusnya!

Maulana Sandijaya • Sabtu, 3 Mei 2025 | 17:10 WIB
BERBAGI JURUS : Ida Ayu Megawati, Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD Klungkung.(foto:istimewa)
BERBAGI JURUS : Ida Ayu Megawati, Wakil Direktur Pelayanan Medis RSUD Klungkung.(foto:istimewa)

Memasuki usia 60 tahun atau lansia, seseorang rentan mengalami sindrom geriatri. Sindrom geriatri adalah kumpulan gejala atau masalah kesehatan pada orang tua, lansia yang terjadi akibat dari penurunan fungsi tubuh dan kejiwaan, serta masalah sosial ekonomi dan perubahan lingkungan. Ini jurusnya mengatasinya.

”Sindrom memiliki arti kumpulan gejala atau masalah kesehatan. Sementara geriatri artinya penanganan terhadap penyakit pada orang tua, lanjut usia atau lansia,” jelas Wakil Direktur Pelayanan Medis, dr. Ida Ayu Megawati, M.Kes.

Megawati mengungkapkan, setidaknya ada 14 gejala atau masalah kesehatan yang masuk dalam kategori sindrom geriatri.

Yakni immobility atau kurang bergerak, hanya berbaring di tempat tidur, instability atau mudah jatuh, impotence atau gangguan seksual, infection atau mudah terinfeksi.

Kemudian gangguan penglihatan, pendengaran dan penciuman, depresi, impecunity atau kecemasan karena tidak ada penghasilan, gangguan intelektual atau demensia, iatrogenic atau gangguan akibat pengaruh obat-obatan, penurunan kekebalan tubuh, buang air besar atau kecil tidak terkontrol, terjadi sulit tidur, malnutrisi dan sembelit.

 Baca Juga: Klinik Sadajiwa Bali Layani Kesehatan Lansia Sepenuh Hati

”Masalah kesehatan itu membuat lansia mengalami penurunan kualitas hidupnya, ketergantungan kepada orang lain atau keluarga, sehingga peningkatan pembiayaan kesehatan,” katanya.

Menurutnya ada 6 dari 14 masalah kesehatan tersebut yang perlu penanganan intensif. Yakni immobilityinstability, demensia, depresi, tatrogenic dan gangguan BAK.

”Perlu peningkatan skrining kesehatan bagi lansia di FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama). Sehingga penemuan gejala atau masalah sejak dini meningkat dan dapat ditangani oleh dokter ahlinya di RS,” jelasnya.

Lebih lanjut Megawati menjelaskan, sindrom geriatri sebenarnya dapat dicegah. Yakni dengan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) sejak dini. ”Seperti mengatur pola makan, olahraga rutin, cek kesehatan rutin,” terangnya.

Untuk itu, RSUD Klungkung turut memberikan sosialisasi mengenai bahayanya sindrom geriatri kepada pengunjung puskesmas yang ada di Klungkung.

Dengan harapan, masyarakat semakin sadar dengan keberadaan sindrom geriatri sehingga melakukan upaya-upaya pencegahan.

”Mungkin belum terlalu dikenal (sidrom geriatri), ya. Tapi dari dokter spesialis penyakit dalam RSUD sudah pernah melakukan paparan tentang sindrom geriatri ke puskesmas.

Tapi, kalau disebutkan gejala-gejala sindrom geriatri, bisa jadi masyarakat sudah mengetahui. Karena kejadiannya cukup sering terjadi pada pasien lansia,” tandasnya. [dewa ayu pitri arisanti/maulana sandijaya/radar bali]

 

Editor : Hari Puspita
#masalah kesehatan #kesehatan #rsud klungkung #sindrom #lansia