Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ririn Lega Ada JKN yang Tanggung Biaya saat Anak Sakit Demam Berdarah

Rosihan Anwar • Kamis, 29 Mei 2025 | 01:03 WIB
Ririn, 33, salah satu peserta BPJS Kesehatan asal Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng.
Ririn, 33, salah satu peserta BPJS Kesehatan asal Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng.

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan akan terus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, terutama dalam hal pemenuhan akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas.

Seperti halnya yang dirasakan oleh Ririn, 33, salah satu peserta yang berasal dari Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Ririn membagikan pengalamannya menggunakan JKN yang saat ini sedang menemani buah hatinya Aira (6) yang tengah menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng akibat demam berdarah.

“Awalnya anak saya hanya demam biasa yang tak kunjung sembuh selama empat hari, lalu saya bawa ke dokter umum yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dokter bilang bahwa trombosit anak saya masih normal tapi dari dokter menyarankan untuk cek lab di FKRTL, karena keterbatasan alat,” ungkap Ririn saat ditemui di RSUD Buleleng.

Sayangnya, kondisi anak Ririn semakin memburuk dan demamnya semakin tinggi yang tak kunjung turun. Tanpa pikir panjang Ririn dan suaminya langsung membawa anaknya ke UGD di RSUD Buleleng. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata Aira mengalami demam berdarah.

“Di sana anak saya langsung ditangani dengan cepat, setelah diperiksa ternyata trombosit anak saya rendah. Karena memerlukan perawatan akhirnya anak saya diminta untuk rawat inap agar kondisi anak saya kembali normal dan juga agar trombositnya bisa kembali normal,” kata Ririn.

Ririn mengaku bahwa anaknya sudah terdaftar menjadi peserta JKN Kelas 2 yang ditanggung di tempatnya bekerja, dan juga anaknya mendapatkan pelayanan kesehatan yang memuaskan.

Tidak hanya mendapatkan perawatan yang bagus, tetapi juga layanan yang cepat dan tanpa diskriminasi. Menurutnya, Program JKN dengan segala kemudahannya sangat membantu dirinya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan.

Ia pun sangat bersyukur dan merasa lega karena seluruh biaya rawat inap selama di rumah sakit sepenuhnya ditanggung oleh Program JKN.

“Tidak bisa dibayangkan kalau tanpa Program JKN pasti biaya yang harus saya keluarkan akan cukup besar. Selama anak saya menjalani rawat inap, petugas rumah sakit benar benar ramah, pernah anak saya susah makan karena tidak cocok dengan makanannya.

Akhirnya dari petugas gizinya langsung menanyakan kesukaan anak saya. Nantinya juga agar disesuaikan takarannya sesuai kondisi anak saya saat ini,” ucap Ririn.

Untungnya Kondisi Airin cepat membaik selama rawat inap, dan keterangan dari dokter, Ririn diminta untuk melakukan kontrol di poli anak untuk cek kondisi setelah rawat inap.

Setelah kejadian tersebut, kini Ririn menyadari bahwa kesehatan itu sangat berharga. Ririn juga akan lebih memperhatikan kebersihan dan kesehatan lingkungan, sebagai upaya untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Di akhir pembicaraan Ririn menambahkan dan menegaskan bahwa pelayanan dengan menggunakan JKN tidak memerlukan biaya tambahan.

Seluruh biaya pengobatan anaknya ditanggung sepenuhnya dan tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Baginya, hadirnya Program JKN yang dikelola BPJS Kesehatan membantu untuk penyembuhan anaknya.

“Program JKN ini benar benar menanggung penuh biaya rawat inap anak saya. Dari pihak rumah sakit juga tidak ada meminta tambahan biaya lagi, obat obatan juga ditanggung oleh Program JKN. Terima kasih BPJS Kesehatan,” ungkap Ririn.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar