Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Lama Menderita Asma, Luh Sasi: Berobat Pakai JKN Tak Ada Kendala

Rosihan Anwar • Kamis, 29 Mei 2025 | 02:14 WIB

 

Luh Sasi.
Luh Sasi.

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sangat penting untuk dimiliki setiap masyarakat. Oleh karena itu negara membentuk Program JKN untuk membantu masyarakat berobat tanpa terkendala biaya layanan kesehatan yang besar.

Seperti yang dirasakan oleh Luh Sasi, 57, seorang peserta JKN sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), merupakan salah satu dari jutaan peserta yang merasakan manfaat besar dari Program JKN.

"Saya sudah lama menderita asma, dan terkadang penyakit ini kambuh terutama saat udara dingin. Asma ini memang penyakit yang membuat saya harus selalu berhati-hati dengan kondisi lingkungan sekitar.

Kadang sedikit saja terkena pemicu seperti debu atau cuaca dingin, saya bisa langsung merasa sesak napas," ungkap Luh Sasi saat ditemui di kediamannya di Desa Sangsit.

Luh Sasi juga menambahkan bahwa sebelum terdaftar dalam Program JKN, ia sering kali merasa khawatir dengan biaya pengobatan yang harus dikeluarkan setiap kali kondisi asma kambuh.

Namun, setelah menjadi peserta JKN, ia merasa tenang dan tidak perlu khawatir lagi tentang biaya pengobatan karena Program JKN sudah mengcover penuh biaya pengobatan Luh Sasi.

"Beruntung sekali saya sudah terdaftar dalam JKN sebagai peserta PBI karena pengobatan saya jadi lebih mudah dan terjangkau. Saya bisa mendapatkan perawatan yang saya butuhkan, baik di Puskesmas maupun di rumah sakit, tanpa harus khawatir tentang biaya yang harus dikeluarkan," katanya.

Luh Sasi juga mengungkapkan bahwa selama menjadi peserta JKN, ia tidak pernah mengalami kesulitan dalam mengakses pelayanan kesehatan.

Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang ia gunakan adalah Puskesmas Sawan I. Luh Sasi merasa pelayanan di puskesmas sangat baik, dan para tenaga medis selalu siap memberikan penanganan yang tepat dan profesional tanpa adanya diskriminasi.

Tak hanya itu, Luh Sasi juga mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Giri Emas pada saat ia diberikan rujukan.

"Setiap kali saya berobat di Puskesmas Sawan I, saya merasa diterima dengan baik. Para dokter dan perawat di sana tidak hanya mengobati penyakit saya, tetapi juga memberikan penjelasan yang jelas tentang cara menjaga kesehatan agar asima saya tidak kambuh.

Ketika asma saya makin memburuk dan membutuhkan perawatan lebih lanjut, akhirnya saya dirujuk ke Rumah Sakit Giri Emas. Pelayanan di rumah sakit pun tidak kalah baiknya.

Saya merasa nyaman selama rawat jalan di sana, dan seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan," ungkapnya.

Luh Sasi berharap agar Program JKN ini terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat yang sama, terutama kepada masyarakat yang kurang mampu agar mendapatkan fasilitas kesehatan yang layak dan juga biaya pada saat berobat juga bisa ditanggung.

"Mudah-mudahan Program JKN bisa terus membantu masyarakat seperti saya yang membutuhkan perawatan kesehatan. Bagi yang belum terdaftar, saya sangat menganjurkan untuk segera mendaftar dan rutin membayar iuran setiap bulannya.

Dengan begitu, jika suatu saat jatuh sakit, kita tidak perlu khawatir dengan biaya pengobatannya," tuturnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar