Tips Sehat: Kenali Sebelum Terlambat, Ini Tanda Dehidrasi Pada Anak yang Sering Tidak Disadari Orang Tua
Tim Redaksi• Minggu, 20 Juli 2025 | 18:08 WIB
dr. Selina Natalia Dokter di RS Ibu dan Anak, Tambak Jakarta
Oleh: dr. Selina Natalia
Dokter di RS Ibu dan Anak, Tambak Jakarta
DEHIDRASI merupakan kondisi dimana tubuh kehilangan lebih banyak cairan dibandingkan dengan cairan yang masuk. Pada anak-anak, terutama bayi dan balita, dehidrasi dapat terjadi secara cepat dan dapat menimbulkan dampak yang serius apabila tidak segera ditangani. Sayangnya, gejala dehidrasi pada anak kerap datang perlahan dan tidak selalu mudah dikenali.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari muntah, diare, demam tinggi, hingga tidak cukupnya asupan cairan, terutama saat anak sedang sakit, cuaca yang panas atau ketika anak bermain di bawah terik matahari.
Aktivitas fisik berlebihan dan pakaian yang terlalu tebal juga bisa mempercepat pengeluaran cairan tubuh melalui keringat. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi sedini mungkin guna mencegah komplikasi yang membahayakan.
Berikut ini adalah beberapa tanda dehidrasi pada anak yang perlu diketahui oleh para orangtua:
Mulut dan Bibir Terlihat Kering
Salah satu tanda paling awal dehidrasi pada anak yang mudah diamati adalah mulut yang tampak kering. Apabila bibir anak tampak pecah-pecah, dan bagian dalam mulut termasuk lidah terasa kering saat disentuh, hal ini dapat menjadi sinyal awal tubuh kekurangan cairan.
Frekuensi Buang Air Kecil Berkurang
Biasanya anak akan buang air kecil beberapa kali dalam sehari. Namun, saat mengalami dehidrasi, anak akan lebih jarang untuk buang air kecil. Jika dalam 6 – 8 jam anak tidak buang air kecil, atau jika warna urinnya lebih gelap dari biasanya, hal ini perlu diwaspadai. Untuk bayi yang masih memakai popok, popok yang tetap kering dalam waktu lama dapat menjadi salah satu tanda jelas bahwa tubuhnya sedang kekurangan cairan.
Mata Terlihat Cekung dan Menangis Tanpa Air Mata
Mata anak yang tampak cekung atau “masuk ke dalam” dan anak menangis tanpa air mata juga perlu diwaspadai karena dapat berarti tubuhnya sudah kekurangan cairan yang cukup banyak. Tangisan yang lemah atau tidak sekeras biasanya juga perlu diwaspadai.
Kulit Tidak Elastis
Cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menilai elastisitas kulit adalah dengan mencubit pelan bagian perut atau lengan anak, lalu perhatikan apakah kulit cepat kembali ke posisi semula. Kulit yang sehat seharusnya kembali ke posisi semula dengan cepat
setelah dicubit pelan. Pada anak yang mengalami dehidrasi, kulit akan kembali lambat ke bentuk awalnya karena tegangan kulit berkurang.
Demam atau Tubuh Terasa Dingin
Dehidrasi dapat menyebabkan suhu tubuh naik sehingga anak menjadi demam, dan juga dapat membuat suhu tubuh turun sehingga anak terasa dingin saat dipegang. Hal ini disebabkan karena tubuh tidak mampu mengatur panas dengan baik tanpa cairan yang cukup. Jika anak demam tanpa gejala infeksi yang jelas, pertimbangkan kemungkinan bahwa ia mungkin sedang mengalami dehidrasi.
Anak Tampak Lemas atau Mengantuk Terus-menerus
Anak yang biasanya aktif lalu tiba-tiba menjadi pendiam, terlihat lemas, sulit dibangunkan, tidak mau minum, atau rewel tanpa sebab yang jelas, dapat menjadi salah satu tanda anak sedang mengalami dehidrasi. Kurangnya cairan dalam tubuh membuat energi berkurang dan anak tampak tidak bersemangat. Gejala ini dapat muncul secara perlahan atau tiba-tiba tergantung pada tingkat keparahan dehidrasi.
Detak Jantung Lebih Cepat
Pada kondisi dehidrasi berat, tubuh mencoba menyesuaikan diri dengan mempercepat denyut jantung. Ini merupakan respons alami tubuh yang berusaha mempertahankan tekanan darah akibat jumlah cairan dalam tubuh yang menurun. Denyut nadi yang cepat dan lemah dapat menjadi tanda bahaya yang memerlukan penanganan medis segera.
Ubun-Ubun Cekung pada Bayi
Pada bayi, ubun-ubun (bagian lunak di kepala) dapat menjadi indikator yang penting. Dalam kondisi normal, ubun-ubun terasa rata atau sedikit menonjol dan tidak keras. Namun pada bayi yang sedang mengalami dehidrasi, ubun-ubun dapat tampak cekung ke dalam. Hal ini tidak boleh diabaikan oleh orangtua karena menunjukkan bahwa cairan dalam tubuh anak berkurang secara drastis, apalagi jika disertai dengan gejala bayi tidak mau menyusu.
Ilustrasi gejala dehidrasi pada anak-anak
Apa yang harus dilakukan oleh orangtua?
Jika orangtua melihat gejala-gejala seperti di atas, langkah awal yang dapat dilakukan adalah memberikan cairan secara bertahap. Untuk bayi, dapat tetap diberikan ASI atau susu formula seperti sebelumnya. Untuk anak yang lebih besar, berikan air putih atau larutan rehidrasi oral (oralit). Hindari minuman manis, teh, atau minuman bersoda karena dapat memperburuk gejala dehidrasi. Minuman manis dapat menarik lebih banyak cairan keluar dari tubuh dan memperparah kondisi dehidrasi, terutama saat anak mengalami diare.
Selain itu, perhatikan apakah anak bisa menelan cairan dengan baik dan tidak memuntahkannya kembali. Jika anak terus-menerus muntah atau menolak minum, segera bawa anak ke dokter. Penanganan di rumah cukup untuk kasus dehidrasi ringan, tetapi jika kondisi tidak membaik dalam waktu 4-6 jam, atau jika anak menunjukkan tanda dehidrasi sedang hingga berat, jangan menunda untuk membawa anak ke dokter atau rumah sakit terdekat. Semakin cepat penanganan yang diberikan, maka semakin besar peluang anak untuk pulih dengan cepat tanpa komplikasi.
Pencegahan dehidrasi pada anak
Mencegah dehdirasi lebih baik daripada mengobatinya. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh orangtua yaitu:
Biasakan anak minum air secara rutin dalam jumlah yang cukup. Ciptakan rutinitas
minum, seperti menyediakan botol air yang mudah dijangkau dan ingatkan anak untuk
selalu minum setiap beberapa jam.
Berikan cemilan dengan kandungan air tinggi, seperti buah semangka atau jeruk.
Perhatikan kebutuhan cairan saat anak sedang aktif bermain di luar ruangan atau saat
cuaca sedang panas.
Pastikan anak tetap cukup cairan meskipun sedang sakit, terutama saat sedang
demam, muntah, dan diare.
Penting juga bagi orangtua untuk menjadi contoh. Anak akan lebih mudah meniru
kebiasaan sehat jika melihat orangtuanya juga rajin minum air dan menjaga pola
makan yang seimbang.
Dehidrasi pada anak adalah kondisi yang tidak boleh dianggap sepele. Dampaknya bisa sangat cepat dan serius jika tidak segera ditangani. Meskipun gejala dehidrasi sering kali samar di awal sehingga mudah diabaikan, penting bagi orangtua untuk mengenali tanda-tanda dehidrasi sedini mungkin, dari yang ringan seperti bibir tampak kering, hingga ke yang lebih serius seperti ubun-ubun yang cekung ke dalam dan anak tampak lemas, tidak mau minum, dan mengantuk.
Menjadi orangtua berarti juga menjadi pengamat yang peka terhadap setiap perubahan kecil pada anak. Jangan tunggu sampai terlambat hingga telah terjadi dehidrasi berat. Kenali tandanya dan jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga medis. Dengan respons yang cepat, kita dapat mencegah kondisi yang sederhana berubah menjadi keadaan darurat.***