KLUNGKUNG, Radar Bali.id — Menyusul status kejadian luar biasa (KLB) campak di Kabupaten Karangasem, Pemerintah Kabupaten Klungkung kini meningkatkan kewaspadaan. Langkah siaga dilakukan untuk mencegah penularan virus campak dan rubella yang mematikan ini menyebar ke wilayah Klungkung.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Klungkung, I Ketut Ardana, menjelaskan bahwa upaya pencegahan difokuskan pada imunisasi intensif.
"Kami gencar melakukan imunisasi campak dan rubella, terutama di sekolah dasar untuk siswa kelas 1," ungkapnya.
Belasan Kasus Suspek Ditemukan, Hasil Lab Masih Dinanti
Data Dinas Kesehatan Klungkung mencatat temuan kasus suspek campak di wilayahnya. Sepanjang tahun 2024, terdapat 13 kasus suspek yang diperiksa, dengan satu kasus dipastikan positif campak dan 12 lainnya negatif.
Sementara itu, di tahun 2025, angka kasus suspek kembali muncul dengan 11 kasus baru. Dari jumlah tersebut, baru empat sampel yang hasilnya keluar dengan status negatif. "Sisanya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan di Surabaya," jelas Ardana.
Ia menambahkan, proses pemeriksaan sampel campak di laboratorium membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan reagen yang diperlukan untuk pengujian. Dengan adanya kasus KLB di Karangasem, Klungkung akan terus memantau dan mempercepat langkah pencegahan untuk melindungi warganya, terutama anak-anak.[*]
Editor : Hari Puspita