Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Berisiko Reaksi Kimia dan Kanker! Jangan Sembarangan Menyimpan Makanan di Kulkas, Apalagi Kentang

Acep Tomi Rianto • Jumat, 3 Oktober 2025 | 00:49 WIB
ilustrasi kentang goreng- Jawa Pos.com
ilustrasi kentang goreng- Jawa Pos.com

Radar Bali.id– Kulkas seringkali dianggap sebagai 'solusi ajaib' untuk memperpanjang usia semua bahan makanan. Namun, bagi kentang mentah, menyimpan umbi ini di dalam lemari pendingin justru dapat memicu reaksi kimia berbahaya yang berisiko bagi kesehatan.

Para ahli dan badan pengawas makanan global, termasuk Foods Standards Agency (FSA), dengan tegas melarang praktik penyimpanan kentang di suhu dingin.

Alasannya bukan sekadar soal rasa atau tekstur, tetapi potensi pembentukan senyawa kimia yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker.

Ancaman Tersembunyi: Bahaya Akrilamida dari "Gula Dingin"

Alasan utama pelarangan ini adalah proses yang disebut Konversi Pati Menjadi Gula (Cold-induced Sweetening). Suhu dingin yang ekstrem, khususnya di bawah 6∘C, akan memaksa pati alami yang ada di dalam kentang berubah menjadi gula pereduksi (glukosa dan fruktosa) dengan cepat.

Inilah titik kritis bahayanya:

  1. Reaksi Pembentukan Akrilamida: Ketika kentang yang kaya gula ini kemudian diolah pada suhu tinggi (seperti digoreng atau dipanggang di atas 120∘C), gula tersebut akan bereaksi dengan asam amino bernama asparagin yang secara alami ada di dalam kentang.
  2. Senyawa Karsinogenik: Reaksi kimia ini menghasilkan senyawa berbahaya yang disebut Akrilamida. Menurut penelitian dari National Institutes of Health (NIH), akrilamida dikategorikan sebagai zat karsinogenik (berpotensi memicu kanker) pada hewan dan dikaitkan dengan peningkatan risiko pada manusia, terutama pada ginjal dan ovarium.

Dengan kata lain, menyimpan kentang di kulkas—terutama jika kentang itu akan diolah menjadi kentang goreng atau keripik—secara efektif "mempersiapkan" zat pemicu bahaya tersebut sebelum proses memasak.

Kualitas Kuliner Menurun: Kentang Jadi Manis dan Keras

Selain risiko kesehatan, penyimpanan di kulkas juga merusak kualitas kuliner kentang secara signifikan:

Solusi Aman: Cara Terbaik Menyimpan Kentang Menurut Ahli Gizi

Lantas, bagaimana cara yang benar dan aman untuk menyimpan kentang? Para ahli gizi merekomendasikan untuk meniru kondisi lingkungan alami tempat umbi ini tumbuh, yakni tempat yang Sejuk, Gelap, dan Berventilasi Baik, tetapi tidak dingin ekstrem seperti di dalam kulkas..[*]

Editor : Hari Puspita
#kentang #Kulkas #menyimpan makanan