Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Late Insomnia: Saat Tubuh Terbangun Lebih Awal dan Sulit Tidur Lagi

Rosihan Anwar • Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:54 WIB
Santy Sastra
Santy Sastra

Oleh: Santy Sastra

(Mindset Motivator & Hipnoterapist)

LATE INSOMNIA adalah kondisi yang membuat seseorang sering terbangun dini hari lebih awal dari yang diinginkan, lalu kesulitan untuk kembali tidur meski tubuh masih merasa lelah.

Melansir dari CNN Indonesia, dokter spesialis tidur, Angela Holliday-Bell, menjelaskan bahwa late insomnia bukanlah diagnosis medis resmi, tetapi digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terbangun spontan 1,5–2 jam lebih awal dari jadwal tidur.

Jika kondisi ini terjadi lebih dari tiga kali seminggu selama tiga bulan, barulah disebut sebagai late insomnia.

Menurut studi dalam jurnal Sleep Medicine Clinics, siapa saja bisa mengalami gangguan ini. Namun, risiko lebih besar dialami seiring pertambahan usia karena perubahan ritme sirkadian dan penurunan produksi hormon melatonin.

Selain faktor usia, pergeseran hormonal juga berpengaruh. Bagi wanita, masa perimenopause dan menopause kerap menurunkan kadar estrogen dan progesteron.

Kondisi tersebut berdampak pada pusat tidur di otak, ditambah dengan ritme sirkadian yang tidak stabil serta peningkatan kortisol.

Akibatnya, tidur menjadi lebih ringan dan terfragmentasi.Bahkan, keringat malam dan hot flashes sering kali membangunkan wanita di pagi buta.

Tak hanya itu, masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan juga dapat memicu late insomnia.

Penelitian menunjukkan depresi bisa menyebabkan perubahan ritme sirkadian dan lonjakan kadar kortisol, sehingga penderitanya lebih mudah terbangun dini hari.

Kualitas tidur yang buruk berdampak langsung pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Karena itu, mengenali penyebab late insomnia sejak dini penting dilakukan agar tidur kembali nyenyak dan kesehatan tetap terjaga.

Late insomnia juga jadi salah satu tanda masalah mental seperti depresi dan gangguan cemas.

Depresi, misalnya, dapat menyebabkan terbangun dini hari karena perubahan ritme sirkadian dan meningkatkan kadar kortisol di waktu tersebut.

Tidur menjadi salah satu kunci utama kesehatan secara menyeluruh. Segera kenali penyebab selalu terbangun lebih awal agar tidur kembali berkualitas dan kesehatan tetap terjaga.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas tidur, tetap menjaga jadwal tidur yang konsisten setiap malam, batasi konsumsi kafein di sore atau malam hari, lakukan relaksasi sebelum tidur, seperti meditasi atau teknik pernapasan, tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk menjaga kesehatan fisik dan mental.

Dengan memahami penyebab late insomnia, kita bisa mengambil langkah tepat untuk tidur lebih nyenyak dan menjaga kebugaran tubuh sepanjang hari. (ss/han)

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar