DENPASAR, radarbali.jawapos.com – BPJS Kesehatan hadir untuk memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia, sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
BPJS Kesehatan juga berkomitmen untuk memberikan kemudahan terhadap akses layanan program JKN melalui transformasi digital tanpa adanya diskriminasi.
Transformasi digital tersebut hadir melalui adanya kanal layanan online program JKN yang dapat dimanfaatkan oleh peserta JKN.
Salah satu peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU) di salah satu perusahaan swasta yaitu Dewi Pitriani telah merasakan langsung manfaat dari program JKN dan kanal layanan online yang tersedia.
“Melalui aplikasi mobile JKN, Saya bisa urus segala layanan program JKN dengan mudah hanya menggunakan handphone saja,” ungkap Dewi.
Lebih lanjut, Dewi juga menambahkan bahwa fitur-fitur dalam aplikasi mobile JKN saat ini semakin lengkap, mulai dari pindah Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), perubahan data peserta, hingga antrean online.
Fitur tersebut yang memberikan kemudahan mengakses layanan program JKN tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan Cabang terdekat.
BPJS Kesehatan terus berinovasi melalui kanal layanan digital seperti aplikasi mobile JKN dan Pelayanan Administrasi Melalui WhatsApp (PANDAWA) yang dapat dihubungi di nomor 08118165165 untuk mendapatkan akses informasi seputar program JKN.
Apalagi saat ini ketika peserta JKN ingin berobat ke FKTP, cukup hanya dengan memanfaatkan KTP sebagai identitas utama.
Hal ini sebagai langkah perluasan pemberian informasi layanan kesehatan dengan tujuan mewujudkan JKN yang berkualitas, berkelanjutan, berkeadilan dan inklusif.
“Sebelumnya kan kalau berobat harus bawa kartu fisik. Sekarang sudah bisa pakai kartu digital dari aplikasi atau hanya menggunak NIK yang terdapat pada KTP ketika berobat,” tegas Dewi.
Dewi juga menambahkan bahwa sebelum adanya fitur antrean online, dulu harus mengantre manual dan cukup lama menghabiskan waktu.
Dengan adanya fitur antrean online ini, sekarang ketika ingin berobat cukup hanya membuka aplikasi Mobile JKN dari mana saja dan klik fitur antrean online yang dapat diakses dengan mudah.
Namun bagi orang tua atau yang tidak memahami teknologi, ini bisa menjadi salah satu tantangan dari BPJS Kesehatan untuk terus memberikan pemahaman mengenai kemudahan akses layanan kesehatan dari kanal layanan digital.
“Layanan Pelayanan Administrasi via whatsapp (PANDAWA) juga sangat membantu dengan adanya menu administrasi, informasi dan pengaduan yang dapat diakses selama 24 jam,” ujar Dewi.
Melalui PANDAWA, kita bisa mendapatkan akses layanan administrasi, informasi dan pengaduan.
Pada layanan administrasi terdiri dari fitur pendaftaran baru, penambahan anggota keluarga, pengaktifan kembali status kepesertaan, perubahan/perbaikan data, ubah FKTP, pengurangan anggota keluarga, perubahan kelas rawat, pengaktifan kembali nomor pembayaran iuran yang telah lewat masa bayar.
Layanan informasi terdiri dari fitur cek status kepesertaan, cek status pembayaran, cek virtual account, skrining Riwayat kesehatan, info JKN, panduan layanan, cari lokasi, cek tiket administrasi dan FAQ program JKN.
“Saat ini memiliki jaminan kesehatan seperti program JKN merupakan hal penting bagi setiap orang, sebagai bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu mengalami masalah kesehatan,” ungkap Dewi.
Lebih lanjut, Dewi juga berharap bahwa kedepannya semua orang bisa menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Dengan menjadi peserta JKN, kita tidak perlu khawatir soal biaya pengobatan ketika sakit.
Dengan jumlah peserta JKN yang terus meningkat dan berbagai inovasi layanan digital, BPJS Kesehatan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu layanan dan memberikan kemudahan akses bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Transformasi digital menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara.
Editor : Rosihan Anwar