Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Emosimu, Tanggung Jawabmu!

Rosihan Anwar • Minggu, 9 November 2025 | 19:20 WIB
Santy Sastra
Santy Sastra

Oleh: Santy Sastra

(Mindset Motivator & Hospitality)

EMOSIMU, tanggung jawabmu! Berarti setiap orang bertanggung jawab untuk mengelola dan mengatur emosi dirinya sendiri, bukan melimpahkan emosi negatif kepada orang lain atau berharap orang lain memahaminya secara otomatis.

Ini adalah praktik untuk mengelola emosi secara sehat, mengalihkan fokus dari menyalahkan orang lain menjadi mencari solusi, dan mengenali bahwa reaksi emosional itu sebenarnya berasal dari diri sendiri.

Sampai kapan pun kalian tidak punya kuasa mengubah orang lain. Sebaliknya, kalian justru memiliki kemampuan luar biasa mengubah dalaman kalian sendiri. Ajaibnya, manakala internal berubah, eksternal jadi ikut berubah.

Dengan kesadaran ini, bagaimanapun situasi dan kondisi yang kalian hadapi, tidak perlu reaktif, panik, gelisah, atau mencak-mencak. Kalian sudah tahu pintu keluarnya.

Tanggung jawab emosional berarti menahan diri untuk tidak menyalahkan orang lain atas perasaan kita. Alih-alih menyalahkan orang lain atau berpura-pura menjadi korban, fokuslah untuk memahami dan mengelola emosi diri sendiri.

Ingatlah bahwa meskipun tindakan orang lain dapat memicu perasaan tertentu, tetapi kita sendiri yang menentukan cara menanganinya.

Terkadang ketika suasana hati sedang buruk kita sering kali melampiaskan emosi pada orang lain dengan tujuan supaya mereka mengerti apa yang kita rasakan saat itu, padahal tidak semua orang mengerti keadaan kita sehingga banyak terjadi kesalahpahaman satu sama lain.

Tidak semua orang harus mengetahui dan menuruti suasana hati kita karena mereka juga memiliki masalah masing-masing.

Terkadang ketika kita sedang meluapkan emosi pada orang lain, kata-kata yang terucap bisa saja melukai hatinya bahkan dapat merusak kepercayaan seseorang, walaupun setelah itu bisa saja meminta maaf, tapi tidak semua ucapan maaf bisa mengembalikan semua seperti semula.

Emosimu adalah tanggung jawabmu, ketika kita marah atau badmood seharusnya bisa mengendalikan emosi sendiri, bukan melampiaskannya pada orang lain dan berharap orang lain bisa memakluminya.

Oleh karena itu pentingnya mengolah emosi agar tidak merusak hubungan dengan orang di sekitar.

Jika ternyata tidak dapat mengendalikan emosi , langkah yang bisa dilakukan adalah mengendalikan respons diri, cobalah bersikap rileks dengan cara menarik nafas dalam-dalam sambil menutup mata lalu hembuskan secara perlahan, lakukan hal ini beberapa kali dan cobalah untuk mengubah raut wajah atau pikiran yang dapat mengubah suasana hati

Orang lain sama sekali nggak bertanggung jawab dengan emosimu, jadi jangan merepotkan

Jangan bebankan orang lain untuk selalu memaklumi kondisi diri tersebut karena kita juga harus berusaha untuk mengontrolnya karena hidup ini adalah tanggung jawab diri sendiri bukan orang lain. (ss/han)

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#santy sastra hypnoterapi #santy sastra #santy sastra public speaking