Tahukah Anda? Industri hipnosis di Bali mengalami perkembangan pesat. Ini antara lain ditandai dengan menjamurnya tempat praktik hipnoterapi dan meningkatnya anggota Perkumpulan Komunitas Hipnotis Indonesia (PKHI) Provinsi Bali hingga ribuan orang. Momentum ini terjadi di tengah kondisi darurat kesehatan mental di Pulau Dewata, di mana angka bunuh diri tercatat menjadi yang tertinggi di Indonesia.
INI terungkap dalam Musda PKHI Provinsi Bali di Denpasar, Minggu (9/11/2025). Sekjen PKHI, Fauzan Asmara, menyatakan perkembangan ini juga diiringi dengan meningkatnya edukasi masyarakat. Ia menekankan bahwa hipnosis adalah ilmu yang ilmiah, bukan mistis atau klenik.
“Hipnosis bukan ilmu klenik atau mistis atau ilmu gaib, ini betul-betul ilmiah dan bisa dipelajari,” kata Fauzan kepada media.
Fauzan menambahkan, metode hipnoterapi yang dilakukan praktisi berizin dari Dinas Kesehatan kini menjadi alternatif pengobatan penting untuk masalah kesehatan mental, sekaligus membuka lapangan penghidupan bagi praktisi.
Fokus Atasi Angka Bunuh Diri Tertinggi
Ketua terpilih DPD PKHI Provinsi Bali, Anak Agung Lanang Ananda, langsung menyoroti tantangan terbesar yang dihadapi Bali: tingginya angka bunuh diri.
“Bali saat ini menghadapi tantangan yang cukup berat terkait kesehatan mental. Angka bunuh diri di Pulau Bali sendiri menjadi yang tertinggi di Indonesia,” tegas Ananda.
Menurut Ananda, tingginya angka bunuh diri ini adalah peringatan serius bagi semua pihak dan menjadikan peran hipnoterapis sangat krusial sebagai salah satu jalan keluar untuk membantu pemulihan kesehatan mental masyarakat.
Langkah Konkret Masuk ke Komunitas
PKHI Bali bertekad mengambil langkah konkret dengan menjalin kerja sama dengan pemerintah dan swasta untuk menangani masalah kesehatan mental, terutama yang dipicu oleh jeratan pinjaman online, judi online, dan masalah sosial lainnya.
Ananda berencana membawa hipnoterapi langsung ke akar masyarakat.
“Nanti kami akan masuk ke banjar-banjar untuk melakukan pengecekan kesehatan mental. Kami menggandeng semua lembaga untuk mengatasi masalah kesehatan mental masyarakat Bali ini. Karena Bali saat sekarang dalam keadaan genting terkait kesehatan mental ini,” pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita