SINGARAJA, Radar Bali.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus menggencarkan upaya pencegahan kanker pada perempuan, mengingat tingginya angka ancaman kanker serviks (leher rahim) dan payudara sebagai penyebab utama kematian wanita di Indonesia. Para wanita diimbau untuk segera melakukan pemeriksaan berkala, sebab data terbaru menunjukkan ada puluhan kasus positif yang terdeteksi.
Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Buleleng, Wardhani Sutjidra, menegaskan bahwa deteksi dini adalah kunci utama pencegahan.
"Dengan pemeriksaan rutin, kanker dapat ditemukan pada tahap awal sehingga peluang kesembuhan jauh lebih besar," ujar Wardhani pada Selasa (11/11). Ia juga menyayangkan masih banyak perempuan yang terlambat datang ke fasilitas kesehatan. "Jangan takut memeriksa diri, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati," pesannya.
Data Deteksi Dini Diskes Buleleng
Data dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Buleleng yang dihimpun dari 20 puskesmas mencatat temuan signifikan:
- Kanker Serviks:
- Dari total 7.437 orang yang diperiksa menggunakan metode IVA, ditemukan 31 orang berstatus positif kanker serviks dan dua orang dengan status curiga kanker.
- Pemeriksaan dengan HPV-DNA mencatat 1.085 terperiksa, dengan 1.083 hasil negatif.
- Kanker Payudara:
- Melalui metode SADANIS (8.796 terperiksa), ditemukan 17 orang memiliki benjolan.
- Pemeriksaan USG (1.130 terperiksa) menemukan 201 orang tergolong kategori non simple cyst dan tiga orang simple cyst.
Secara keseluruhan, temuan 33 kasus (31 positif kanker serviks dan dua curiga serviks) dari data skrining ini menjadi peringatan keras bagi kaum perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksi.
Pihak Dinkes menyarankan skrining kanker serviks secara rutin, khususnya bagi wanita usia 30–69 tahun yang sudah menikah atau aktif secara seksual. Sementara skrining payudara dianjurkan bagi semua wanita, terutama yang memiliki riwayat keluarga atau faktor risiko lainnya.[*]
Editor : Hari Puspita