DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Dalam menghadapi berbagai risiko kesehatan yang akan dihadapi, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah menjadi andalan bagi masyarakat Indonesia.
Sebagai penyelenggara program JKN, BPJS Kesehatan selalu berkomitmen dalam memberikan perlindungan kesehatan yang mudah dan cepat melalui transformasi digital. Transformasi digital hadir melalui kanal layanan online yang bisa dimanfaatkan oleh peserta JKN.
Salah satu peserta JKN segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), Abi Mayu mengungkapkan pengalamannya memanfaatkan kanal layanan online untuk mengurus segala administrasi dan berobat di Fasilitas Kesehatan (Faskes).
“Segala urusan administrasi program JKN jadi lebih mudah dan cepat dengan adanya kanal layanan online seperti aplikasi mobile JKN dan Pelayanan Administrasi Melalui Whatsapp (PANDAWA),” tegas Abi.
Pada aplikasi mobile JKN, peserta dapat mengakses segala layanan program JKN seperti antrean online, info riwayat pelayanan, new rehab, penambahan peserta, info peserta, info lokasi faskes, perubahan data peserta, Skrining Riwayat Kesehatan (SRK), info ketersediaan tempat tidur, info iuran, autodebit, dan info riwayat pembayaran.
Segala fitur layanan tersebut, dapat memberikan kemudahan kepada peserta JKN untuk mengurus segala administrasi jadi lebih mudah hanya melalui handphone tanpa harus datang ke kantor cabang BPJS Kesehatan.
“Hadirnya aplikasi mobile JKN, benar-benar membantu sekali memberikan kemudahan untuk mengakses segala layanan program JKN. Dengan mobile JKN, semua dapat diakses dalam genggaman,” ujar Abi.
Transformasi digital ini diharapkan dapat menjawab tantangan bagi peserta JKN untuk lebih memudahkan mengurus segala administrasi seputar program JKN.
Selain itu, BPJS Kesehatan terus memberikan edukasi seputar program JKN melalui berbagai sosial media dengan harapan seluruh peserta JKN dapat memanfaatkan segala kanal layanan online.
Apalagi saat ini, ketika peserta JKN ingin berobat, cukup dengan memanfaatkan KTP sebagai identitas utama.
“Melalui aplikasi mobile JKN, terdapat kartu digital KTP sebagai identitas peserta ketika berobat dan hal ini saya rasakan sangat sangat membantu,” ungkap Abi.
Dengan jumlah peserta JKN yang terus meningkat, BPJS Kesehatan berkomitmen mewujudkan layanan yang mudah, cepat, dan setara.
Program JKN bukan hanya memberikan jaminan kesehatan, tetapi juga menjadi bentuk antisipasi biaya pengobatan yang tak terduga.
Melalui inovasi digital, BPJS Kesehatan ingin memastikan setiap peserta dapat mengakses layanan dengan nyaman dan tanpa hambatan.
“Program ini benar-benar membantu. Saya sangat bersyukur bisa merasakan manfaatnya. Semoga semakin banyak orang yang sadar pentingnya menjadi peserta JKN dan bagaimana prinsip gotong royong dijalankan dalam penyelenggaraan program JKN”, tegas Abi.
Abi juga menambahkan bahwa memiliki jaminan kesehatan seperti program JKN merupakan hal penting bagi setiap orang, sebagai bentuk antisipasi jika sewaktu-waktu mengalami masalah kesehatan.
“Kedepannya berharap agar semua orang bisa menyadari pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Dengan kepesertaan JKN, kita tidak perlu khawatir soal biaya pengobatan karena sudah dijamin oleh BPJS Kesehatan. Sekarang layanannya juga semakin baik dan mudah untuk diakses,” tegas Abi.
Lebih lanjut, Abi menambahkan bahwa edukasi mengenai pelayanan obat sangat penting bagi peserta JKN. Melalui edukasi tersebut diharapkan peserta JKN dapat memahami hak dan prosedur ketika terjadi kondisi stok obat kosong.
Informasi yang jelas membuat peserta JKN tidak ragu bertanya dan mendapatkan hak layanan sesuai dengan ketentuan.
“Dengan mengetahui kepastian mengenai jaminan ketersediaan obat oleh BPJS Kesehatan, saya merasa semakin tenang dan percaya dengan pelayanan JKN,” ujar Abi.
Komitmen BPJS Kesehatan bukan sekadar hanya melalui transformasi digital, melainkan juga dengan pelayanan yang diberikan dalam hal ketersediaan obat.
BPJS Kesehatan bekerjasama dengan faskes untuk memastikan tidak ada peserta JKN yang terhenti pengobatannya karena masalah stok obat.
Editor : Rosihan Anwar