SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Kertha Usada, tampak seorang petani asal Desa Pujungan, I Wayan Miyasa, dengan setia mendampingi istrinya yang harus dirawat setelah melewati perjalanan panjang menuju rumah sakit.
I Wayan masih mengingat jelas saat istrinya tiba-tiba jatuh sakit di rumah dengan keluhan mual, pusing, tubuh lemas, hingga hampir pingsan. Ia pun segera membawanya ke rumah sakit.
Meski sempat khawatir dengan isu bahwa peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapat pelayanan kurang baik, kekhawatiran itu terbantahkan karena istrinya langsung mendapat penanganan intensif di UGD.
Pemeriksaan menunjukkan kadar gula dan tekanan darah yang sangat tinggi, sehingga istrinya harus dirawat inap untuk observasi dan perawatan lanjutan.
“Saat di rumah sakit saya baru ingat berita di Facebook yang katanya kalo peserta JKN tidak diterima di UGD, ternyata itu semua cuma isu aja, istri saya diterima cepat sekali penangannya, habis diperiksa langsung bisa masuk kamar untuk rawat inap, jadi tidak lama menunggu kamar itu padahal kami peserta JKN tapi pelayanannya tetap bagus tidak dibeda-bedakan,“ ujar Wayan.
Wayan yang berprofesi sebagai seorang petani merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN. Hasil panen yang ia peroleh hanya cukup untuk memenuhi biaya kehidupan sehari-hari, tapi apabila ia harus membayar biaya rumah sakit pastinya akan sangat memberatkan.
Berkat Program JKN, Wayan tidak perlu khawatir dengan biaya yang ditimbulkan akibat pengobatan istrinya.
“Saya yang pekerjaannya hanya petani ini pasti belum bisa membayar biaya rumah sakit, saya sangat bersyukur dengan Program JKN ini saya tidak perlu khawatir tentang biaya istri saya, karena sudah ada Program JKN yang menanggung semuanya. Istri saya pun mendapatkan perawatan yang sangat baik,” ucap Wayan.
Selama perawatan di rumah sakit, istrinya mendapatkan perawatan yang sangat baik, mendapat penanganan dokter spesialis. Istrinya juga rutin diberikan obat untuk menstabilkan kadar gula dan tekanan darah. Semua biaya pengobatan istrinya ditanggung penuh oleh Program JKN.
“Pelayanannya bagus sekali tiap pagi ada kunjungan dokter spesialis, terus perawatnya juga sering mengecek kondisinya, istri saya ditangani dengan serius.
Hati saya tenang rasanya saya yakin istri saya pasti bisa pulih dengan pelayanan kesehatan yang baik ini,” ucap Wayan.
Wayan berharap Program JKN ini akan selalu ada untuk seluruh rakyat Indonesia, karena program ini bukan hanya soal keringanan biaya, tetapi tentang kepastian bahwa saat jatuh sakit ada kepastian untuk mendapatkan pengobatan yang layak.
“Harapan saya kedepannya semoga Program JKN ini agar selalu ada, untuk pelayanannya semoga terus baik seperti ini, dan Program JKN membuat kita jadi yakin bahwa kita akan mendapatkan pengobatan yang layak selalu,” tutup Wayan.
Editor : Rosihan Anwar