SINGARAJA, Di balik senyumnya, Luh Putu Meriandari, ibu rumah tangga asal Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng menyimpan kisah perjuangan menjaga kesehatan diri dan janin yang kini berusia delapan bulan.
Ibu dari satu anak ini merasa lebih tenang karena keluarganya telah terlindungi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan.
Berkat Program JKN, Meri tak lagi dihantui kekhawatiran biaya saat membutuhkan layanan kesehatan.
“Semua kehamilan saya dibantu BPJS Kesehatan dari anak pertama sampai anak yang akan lahir ini, semuanya aman dan lancar berkat BPJS Kesehatan” tutur Meri.
Meri memanfaatkan Program JKN untuk pemeriksaan kehamilannya sampai dengan proses persalinannya.
Dengan kondisi penghasilan yang terbatas, ia merasa sangat terbantu dengan adanya Program JKN yang menjamin kehamilannya.
Hidup selalu menghadirkan kejutan. Dua tahun setelah kelahiran putra pertamanya, Meri kembali mengandung dan keluarganya diselimuti kebahagiaan. Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama.
Saat usia kandungan baru tiga bulan, Meri mengalami flek dan harus dirujuk ke Rumah Sakit Kertha Usadha. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan janinnya tidak berkembang dan harus diangkat. Bagi Meri, kehilangan buah hati tentu menjadi pukulan berat sebagai seorang ibu.
“Saya sempat keguguran karena ternyata anak yang saya kandung itu tidak berkembang saat itu saya benar-benar terpukul, apalagi sebagai ibu yang sudah menanti anaknya tapi ternyata Tuhan berkata lain mau tidak mau harus saya ikhlaskan walaupun sangat berat.
Tapi saya bersyukur punya BPJS Kesehatan jadi saya tidak perlu terpukul dua kali karena kepergian anak saya dan biaya rumah sakit,” ujar Meri.
Sebulan setelah kehilangan buah hatinya, Meri kembali mengandung. Rasa bahagia menyelimuti, namun kecemasan juga menghantui ketika ia kembali mengalami flek.
Bergegas ia memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan dirujuk ke rumah sakit. Dokter menyatakan rahim Meri dalam kondisi lemah sehingga ia harus menjalani rawat inap, bedrest total, dan menghindari aktivitas maupun beban pikiran yang berlebihan demi menjaga kandungannya tetap stabil.
Saat itulah, Program JKN membuatnya lebih tenang tidak perlu khawatir berlebih dengan biaya pengobatannya. Program JKN menjadi penyelamat kehidupannya yang penuh dengan kejutan tak terduga. Semua biaya pemeriksaan, kontrol rutin sampai rawat inap ditanggung program ini.
Kini, Meri telah melewati masa-masa sulitnya. Kandungannya telah memasuki usia delapan bulan dan dalam kondisi sehat. Meri sering melakukan kontrol rutin ke fasilitas Kesehatan yang sama dan ia selalu menggunakan Program JKN.
Atas apa yang dirasakan oleh Meri, ia merasa bahwa Program ini benar-benar membantu dirinya yang membutuhkan perlindungan kesehatan dengan kondisi ekonomi yang terbatas.
Bagi Meri, Program JKN merupakan payung kita bersama yang memberi perlindungan kesehatan tanpa perlu khawatir dengan biaya.
“Saya berharap BPJS Kesehatan ini terus ada, karena BPJS Kesehatan membuat saya lebih mudah untuk periksa kehamilan, tanpa khawatir berlebih dengan biaya. Terima Kasih BPJS Kesehatan,” tutup Meri.
Editor : Rosihan Anwar