SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Seorang ibu rumah tangga berasal Pabean Sangsit bernama Siti Nur Aini yang di temui di Rumah Sakit Kertha Usadha tidak menyangka akan menjalani prosedur pengobatan yang cukup lama.
Awalnya ketika beraktivitas seperti biasa, Siti tidak merasakan keanehan di tubuhnya sampai ia tertidur dengan posisi tengkurap ia merasakan benjolan di payudara kirinya.
“Awalnya saya tidak tahu ada benjolan, sampai saat saya tidur tengkurap, kok ada yang ganjel di payudara kiri saya, di situ saya mulai khawatir. Setelah itu, saya memeriksakan diri saya ke dokter," ujar Siti.
Setelah melakukan pemeriksaan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), Siti dirujuk untuk Rumah Sakit Kertha Usadha untuk diagnosa lebih lanjut. Namun, di saat yang sama ada kejutan lain yang mana buah hatinya harus menjalani operasi usus buntu.
“Setelah dapat rujukan, tiba-tiba anak saya harus operasi usus buntu, jadi saya fokus untuk merawat anak saya terlebih dulu, karena fokus saya semua ke anak jadi saya lupa soal benjolan itu," ucap Siti.
Setelah kondisi anaknya stabil sudah bisa beraktivitas seperti biasa, Siti baru teringat akan benjolannya, ia pun kembali memeriksakan dirinya ke Rumah Sakit Kertha Usadha.
Sesampainya di rumah sakit, Siti langsung mendapatkan tindakan untuk operasi untuk pengangkatan benjolan di payudaranya. Operasinya pun berjalan lancar, dan seluruh biaya pengobatannya ditanggung oleh Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Siti sempat tidak percaya dengan penanganan sebaik ini, ia tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk pengobatannya. Ia sangatlah bersyukur karena sudah terdaftar menjadi peserta JKN.
“Saat sampai di rumah sakit saya langsung mendapatkan perawatan dan ditindak saya tidak perlu menunggu lama bahkan saya sempat tidak percaya ini kira-kira apakah ada tambahan biaya, karena benar-benar cepat ditindak dulu baru administrasinya diurus jadi yang dibilang apabila peserta BPJS Kesehatan akan dilayani lama itu bohong.
Buktinya saya cepat banget ditindaknya, belum lagi semua biaya pengobatan ditanggung oleh BPJS Kesehatan jadi saya tidak perlu khawatir berlebih akan biaya yang harus keluar, saya sangat bersyukur telah menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Menurutnya, Program JKN bagaikan payung di saat hujan. Tidak akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan, dan tidak tahu kapan sakit akan datang, sehingga memiliki perlindungan Kesehatan menjadi hal yang sangatlah penting.
Pelayanan yang Siti dapatkan menjadi bukti nyata bagaimana gotong royong masyarakat Indonesia dalam Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan sangatlah membantu orang banyak dari segala golongan. Bersama kita saling bahu membahu untuk saling melindungi kesehatan bersama.
Siti mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang belum terdaftar menjadi peserta JKN, untuk segera mendaftarkan diri dan keluarganya.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar tidak lupa untuk membayar iuran tepat waktu setiap bulannya agar status kepesertaan selalu aktif dan bisa langsung digunakan saat memerlukan pelayanan kesehatan.
Pengecekan status kepesertaan bisa melalui Aplikasi Mobile JKN, Pelayanan Administrasi melalui Whatsapp (PANDAWA) di Nomor WhatsApp 08118165165, atau BPJS Kesehatan Care Center 165.
“Mari menjadi menjadi peserta BPJS Kesehatan untuk perlindungan kesehatan yang lebih baik, karena kita tidak akan tahu kapan sakit akan datang, seperti pengalaman saya tiba-tiba ada benjolan di tubuh, tiba-tiba anak sakit usus buntu, semisal tidak ada BPJS Kesehatan pasti saya kebingungan dimana saya harus mencari biaya untuk pengobatan. Terima kasih BPJS Kesehatan,” tutup Siti.
Editor : Rosihan Anwar