SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Setiap orang tentu mendambakan hidup sehat. Berbagai cara ditempuh untuk menjaga tubuh tetap bugar. Namun, sakit sering kali hadir tanpa tanda dan tak bisa diprediksi, menjadi pengingat bahwa kesehatan adalah anugerah yang harus dijaga.
Hal inilah yang dirasakan oleh salah satu warga Desa Bubunan, Kecamatan Seririt. Komang Artawan merupakan seorang buruh yang sedang melawan penyakit yang dimilikinya.
Komang merupakan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan ia sangatlah bersyukur karena terdaftar di program ini.
Komang harus menghadapi dua permasalahan medis sekaligus yaitu benjolan leher dan batu ginjal. Ia sempat merasa putus asa karena khawatir tidak sanggup membayar biaya pengobatan.
Saat itulah Program JKN hadir untuk menanggung seluruh biaya pengobatan sehingga Komang tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun.
Pada awalnya, ketika Komang merasa ada benjolan di lehernya, ia langsung memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Puskesmas Seririt 1.
Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak Puskesmas merujuk Komang ke rumah sakit untuk menjalani biopsi, dari hasil biopsi tersebut Komang diharuskan untuk menjalani perawatan lanjutan, tetapi pada saat itu ia merasa takut dan menunda pengobatannya.
“Saya sempat biopsi, kata dokter harus dilanjutkan ke tindakan medis, tapi saat itu saya merasa takut, dan saya pikir saya tidak terlalu sakit juga jadi saya memilih mengabaikan benjolan tersebut,” ungkap Komang.
Selang beberapa waktu, Komang kembali mengalami masalah kesehatan berupa kesulitan buang air kecil disertai nyeri hebat di bagian pinggang.
Saat memeriksakan diri, ia didiagnosis menderita batu ginjal dan pada saat itu dokter juga kembali menemukan adanya benjolan di lehernya. Kondisi tersebut membuat Komang harus dirujuk untuk menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng.
Komang sangat bersyukur telah menjadi peserta JKN, karena seluruh biaya pengobatannya terjamin. Dengan pekerjaannya sebagai seorang buruh, tentu Komang tidak akan sanggup untuk membayar perawatan medis yang harus dijalani. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Program JKN.
“Ternyata mengabaikan benjolan itu hal yang salah, malah saya terkena batu ginjal. Itu awalnya saya sulit buang air kecill dan nyeri di pinggang. Setelah diperiksakan ternyata saya kena batu ginjal, belum lagi ada benjolan," cerita Komang.
Ia mengaku merasa lelah dengan kondisi kesehatannya yang harus menghadapi dua penyakit sekaligus.
Namun, ia tetap bersyukur karena seluruh biaya pengobatan ditanggung BPJS Kesehatan. Baginya, tanpa adanya BPJS Kesehatan, sulit membayangkan bagaimana keadaannya saat ini.
Komang berpesan kepada seluruh masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan maupun tindakan medis, serta selalu menjaga dan memperhatikan kondisi tubuh, karena kita tidak pernah tahu kapan sakit akan datang.
Ia juga berharap agar semua masyarakat dapat menjadi peserta JKN, sehingga dapat merasakan manfaat jaminan kesehatan yang mudah, cepat, dan setara tanpa adanya perbedaan pelayanan.
“Saya titip pesan untuk seluruh masyarakat Indonesia jangan pernah menunda untuk memeriksakan diri ataupun mengambil tindakan medis, dan selalu memperhatikan kondisi tubuh karena kita tidak akan tahu kapan sakit akan datang.
Saya harap seluruh masyarakat Indonesia menjadi peserta BPJS Kesehatan untuk mendapatkan jaminan kesehatan yang mudah, cepat dan setara, karena pelayanan yang didapatkan juga sangatlah baik tidak ada diskriminasi setara dengan pasien umum” tutupnya.
Editor : Rosihan Anwar