SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Putu Cyndy Fransisca, 28, mengisahkan perjuangannya selama masa kehamilan hingga melahirkan buah hati pertamanya yang tidak lepas dari manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Sebagai peserta segmen Pekerja Penerima Upah (PPU), Cyndy merasakan kemudahan dalam mendapatkan berbagai layanan kesehatan.
Selama hamil, ia mengalami hiperemesis gravidarum atau mual dan muntah berlebihan yang berlangsung hampir sepanjang hari. Kondisi tersebut membuatnya sulit makan maupun minum hingga beberapa kali harus dirawat di rumah sakit.
Dalam menjalani kehamilan, ia kerap melakukan pemeriksaan, mulai dari kontrol rutin, USG, cek tekanan darah hingga pemeriksaan laboratorium.
Seluruh layanan kesehatan tersebut ditanggung Program JKN sehingga sangat membantu dirinya melewati masa sulit kehamilan hingga proses persalinan.
“Selama saya hamil, saya beberapa kali masuk rumah sakit karena mual dan muntahnya keras, kalau tidak salah saya tiga kali bolak balik masuk rumah sakit karena itu," tutur Cyndy.
Kejadian tidak terduga pun harus ia alami saat ia harus melahirkan bayinya secara prematur. Kelahiran Prematur merupakan kelahiran yang terjadi sebelum minggu ke-37 atau lebih awal dari hari perkiraan lahir.
Kondisi ini terjadi ketika kontraksi rahim mengakibatkan terbukanya leher rahim (serviks) sehingga membuat janin memasuki jalan lahir.
Cyndy mengalami tekanan berat dalam hidupnya, ia takut buah hatinya tidak mampu bertahan karena lahir dalam keadaan prematur. Pada saat itu, buah hatinya dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) karena kondisinya yang lemah.
Saat itu Cyndy sangat khawatir dengan buah hatinya, di satu sisi kondisi tubuhnya lemah karena melahirkan belum lagi tekanan psikis karena bayinya lahir secara prematur.
Cyndy sangatlah bersyukur dengan adanya Program JKN setidaknya ia tidak perlu menambah beban pikiran terkait biaya persalinannya.
“Anak saya lahir prematur jadi saat keadaan yang hectic itu saya sangat bersyukur ada BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan ini sangat membantu saya,” tambahnya.
Setelah beberapa hari dirawat di ruang NICU, buah hatinya diberikan izin untuk pulang. Tetapi perjuangan Cyndy masih belum selesai, buah hatinya harus tetap kontrol rutin ke rumah sakit.
Sekarang buah hatinya sudah berusia sembilan bulan dan sudah sehat. Cyndy sangat berterima kasih kepada BPJS Kesehatan karena semua proses pengobatan bayinya dijamin penuh oleh Program JKN.
“Terima kasih banyak BPJS Kesehatan sudah membantu saya dan buah hati saya melewati kejadian yang menakutkan itu” Tutup Cyndy.
Bagi orang tua yang sedang menanti kelahiran ataupun yang telah memiliki bayi baru lahir, sangat penting untuk mengurus kepesertaan JKN bagi si kecil.
Langkah ini bertujuan agar si kecil bisa mendapatkan perlindungan kesehatan sejak hari pertamanya lahir, tanpa harus menunggu sampai mengalami masalah kesehatan.
Dengan terdaftar ke Program JKN, bayi berhak untuk mengakses layanan kesehatan yang menyeluruh, mulai dari pemeriksaan berkala, imunisasi, hingga perawatan medis saat menghadapi situasi darurat.
Lewat prinsip gotong royonh, Program JKN hadir untuk memastikan setiap anak di Indonesia tumbuh dengan baik, kuat, dan mendapatkan perlindungan kesehatan demi masa depan yang lebih cerah.
Editor : Rosihan Anwar