SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Di tengah kesibukan dan tuntutan hidup yang serba cepat, kebutuhan layanan kesehatan yang praktis, terjangkau, dan tidak memakan waktu lama menjadi semakin penting.
Banyak masyarakat mendambakan pelayanan medis yang bisa diakses dengan lebih mudah tanpa harus mengantre panjang.
Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan hadir untuk menjawab kebutuhan itu.
Tidak hanya menyediakan perlindungan kesehatan, BPJS Kesehatan juga terus menghadirkan berbagai inovasi digital agar peserta bisa mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan efisien.
Salah satu inovasi digital yang paling terasa manfaatnya adalah Aplikasi Mobile JKN.
Aplikasi ini dirancang untuk mempermudah peserta dalam mengakses informasi maupun mengurus berbagai administrasi layanan kesehatan, mulai dari pengecekan status kepesertaan, perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga riwayat pelayanan yang sudah digunakan. Semuanya dapat diakses kapan saja dan di mana saja hanya melalui ponsel.
Fitur yang paling banyak dimanfaatkan peserta adalah Antrean Online, yaitu sistem pendaftaran pelayanan kesehatan secara daring. Fitur ini dirancang untuk memangkas waktu tunggu di fasilitas kesehatan dan mengurangi kepadatan antrean.
Dengan sistem ini, peserta tidak lagi harus datang lebih dulu hanya untuk mengambil nomor antrean karena semuanya dapat dilakukan dari rumah.
Peserta cukup memilih faskes tujuan, menentukan jadwal kunjungan, dan sistem langsung memberikan nomor antrean beserta estimasi waktu kapan akan dilayani.
Manfaat fitur ini dirasakan langsung oleh Dhea Andriani, 21, peserta JKN yang tinggal di Sawan, Kabupaten Bangli. Meski FKTP tempatnya terdaftar hanya berjarak beberapa menit dari rumah, Dhea tetap memilih menggunakan antrean online agar waktunya lebih efisien.
“Awalnya saya pikir karena faskes dekat, saya cukup datang langsung saja. Tapi setelah beberapa kali harus menunggu lama, saya mencoba daftar lewat aplikasi. Ternyata lebih cepat dan praktis,” ujar Dhea.
Kini setiap kali membutuhkan pelayanan kesehatan, Dhea membuka Aplikasi Mobile JKN di ponsel, memilih fitur Pendaftaran Pelayanan (Antrean) lalu memilih faskes tujuan, menentukan jadwal kunjungan, dan sistem langsung memberikan nomor antrean. Dhea pun hanya perlu datang sesuai jadwal tanpa tergesa-gesa.
“Biasanya saya harus datang lebih pagi supaya dapat nomor awal. Sekarang cukup klik di aplikasi, antrean sudah siap, dan saya tinggal datang sesuai jam yang tertera. Sangat membantu, apalagi kalau sedang banyak pekerjaan,” tambahnya.
Menurut Dhea, sistem antrean online ini tidak hanya menghemat waktunya, tetapi juga membuat ruang tunggu faskes lebih nyaman karena peserta datang sesuai jadwal masing masing.
“Walaupun rumah saya dekat, saya tetap merasa terbantu. Saya jadi tidak perlu datang dua kali hanya untuk mendaftar, dan juga ruang tunggu di faskes jadi lebih nyaman karena tidak terlalu banyak pasien yang mengantre,” jelasnya.
Selain fitur antrean online, Dhea juga memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk mengecek status kepesertaan dan melihat riwayat pelayanan kesehatannya. Semua informasi tersedia di satu aplikasi yang mudah digunakan.
“Aplikasinya ringan dan tampilannya jelas, jadi saya tidak bingung memakainya,” kata Dhea.
Dhea berharap lebih banyak masyarakat memanfaatkan layanan digital ini agar pelayanan kesehatan semakin tertib dan efisien.
Dhea juga menilai edukasi tentang penggunaan aplikasi perlu terus ditingkatkan supaya peserta baru lebih cepat beradaptasi.
“Kalau semakin banyak peserta menggunakan antrean online, pelayanan di faskes jadi lebih lancar. Semoga ke depan Mobile JKN semakin lengkap fiturnya sehingga pelayanan kesehatan di Indonesia semakin maju,” tutupnya.
Dengan hadirnya inovasi digital seperti Aplikasi Mobile JKN, BPJS Kesehatan menunjukkan komitmennya untuk terus bertransformasi dan meningkatkan mutu layanan.
Pengalaman Dhea menjadi contoh nyata bahwa kemudahan teknologi dapat dirasakan oleh siapa saja, bahkan oleh peserta yang tinggal dekat dengan fasilitas kesehatan sekalipun.
Editor : Rosihan Anwar