Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Ragu Jadi Percaya, Perjalanan Gusanto Temukan Manfaat Program JKN

Rosihan Anwar • Kamis, 4 Desember 2025 | 21:35 WIB
Gusanto.
Gusanto.

SINGARAJA, radarbali.jawapos.com - Bagi Gusanto, seorang mekanik sekaligus kepala keluarga di Desa Tibubeneng, ingatan tentang layanan kesehatan pemerintah dulu selalu menghadirkan rasa ragu.

Cerita teman-temannya bahwa layanan gratis sering kali tidak benar-benar gratis membuatnya semakin sangsi, ditambah pengalaman pribadi yang pernah membawanya pada proses berobat yang panjang, berbelit, dan melelahkan. Keraguan itulah yang sempat membuatnya enggan kembali ke fasilitas kesehatan pemerintah.

Untuk sakit ringan, Gusanto lebih memilih menahannya. Ia hanya membeli obat di apotek atau menunggu hingga tubuhnya sembuh sendiri.

Ia merasa proses di fasilitas pemerintah pasti sangatlah ribet, antre panjang sejak pagi, dan ujung-ujungnya tetap harus membayar.

“Awalnya saya paling malas kalau harus berobat ke puskesmas atau fasilitas kesehatan lain, dalam pikiran saya selalu terlintas nanti juga sembuh sendiri,” ungkap Gusanto.

Namun, pandangan itu berubah total ketika suatu hari ia jatuh sakit parah. Tubuhnya terasa lemas, kepala berat, dan tidak nyaman. Kali ini, kondisi tubuhnya membuatnya tak punya pilihan lain selain berobat ke klinik.

Dengan ditemani sang anak, ia memutuskan datang ke klinik yang menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempatnya terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Begitu tiba di klinik, kesan pertamanya langsung berubah. Ruangan terlihat bersih, rapi, dan nyaman. Kursi-kursi di ruang tunggu tertata dengan baik, setiap ruangan memiliki penanda yang jelas sehingga pasien tidak kebingungan. Sistem antrean pun tertib, membuat alur pendaftaran hingga pemeriksaan berjalan lancar.

“Saya sempat heran, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan, pelayanannya sangatlah baik dan ruangannya juga nyaman,” ujar Gusanto.

Petugas juga melayaninya dengan sangat baik. Ia tidak melihat adanya perbedaan perlakuan antara pasien satu dengan yang lain. Setelah proses pendaftaran, Gusanto juga mengungkapkan dokter yang melayaninya sangat sabar dan telaten.

“Petugas pendaftaran serta dokter yang melayani saya sangat ramah dan sabar, semua pertanyaan mengenai kondisi saya dijawab dengan sangat baik. Pelayanannya cepat dan ramah,” ungkap Gusanto.

Pada saat pengambilan obat di bagian farmasi, petugas juga menjelaskan aturan minum obat dengan jelas sehingga Gusanto tidak merasa bingung. Puncak keterkejutannya datang saat proses berobatnya selesai.

“Saya kira dengan pelayanan yang segitu bagusnya dan ruangan yang nyaman pastinya nanti ada biaya tambahannya, tapi ternyata benar-benar gratis, tidak ada pungutan, tidak ada proses berbelit semua berjalan lancar,” tambahnya.

Pengalaman itu membalikkan seluruh persepsinya tentang Program JKN. Sejak saat itu, Gusanto menjadi lebih percaya pada Program JKN. Kini, ia bahkan mengajak keluarganya untuk tidak menunda berobat saat merasa tidak sehat.

Baginya, Program JKN bukan sekedar kartu untuk berobat, tetapi jaminan ketenangan hidup dan bentuk nyata perhatian negara kepada rakyatnya. Gusanto tidak lagi khawatir tentang biaya, antrean panjang, atau proses yang rumit.

“Kesehatan itu nomor satu, dengan ada Program JKN membuat hidup lebih tenang karena tidak perlu khawatir berlebih akan biaya saat sakit,” katanya mantap.

Gusanto berharap semakin banyak masyarakat yang percaya dan memanfaatkan Program JKN. Menurutnya, program ini bukan hanya solusi saat sakit, tetapi juga perlindungan berharga dan investasi untuk masa depan yang lebih sehat.

“Semoga makin banyak masyarakat yang percaya dan memanfaatkan program ini. JKN bukan cuma solusi saat sakit tapi juga jaminan untuk masa depan yang lebih sehat,” tutup Gusanto.

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#bpjs kesehatan singaraja #jkn - kis