NUSA PENIDA, RadarBali.id – RSUD Gema Santi Nusa Penida masih berjuang menghadapi masalah klasik: keterbatasan tenaga dokter spesialis.
Sebagai satu-satunya rumah sakit di kepulauan tersebut, ketiadaan dokter ahli membuat banyak pasien harus menempuh perjalanan laut untuk dirujuk ke Bali daratan.
Direktur RSUD Gema Santi, dr. I Ketut Rai Sutapa, membeberkan bahwa pihaknya saat ini sangat membutuhkan spesialis orthopedi, jantung, mata, jiwa, serta THT (Telinga, Hidung, dan Tenggorokan).
"Saat ini untuk posisi anestesi kami masih dibantu oleh residen mandiri dari Unud. Namun untuk spesialis lainnya, kami belum punya. Dampaknya, pasien yang membutuhkan penanganan khusus terpaksa kami rujuk ke RSUD Klungkung atau rumah sakit lain di daratan," ujar dr. Rai Sutapa.
Harapan baru muncul seiring rencana pembukaan Fakultas Kedokteran di Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa, Bangli.
Kampus ini menargetkan pemenuhan tenaga medis di daerah perifer (pinggiran) seperti Nusa Penida.
Rektor UHN Sugriwa, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana, mengonfirmasi bahwa fakultas kedokteran baru tersebut direncanakan mulai menerima mahasiswa pada September 2026.
Lulusannya diproyeksikan untuk mengisi kekurangan dokter di wilayah Bangli dan Klungkung, khususnya di area terpencil yang selama ini sulit dijangkau tenaga spesialis.[*]
Editor : Hari Puspita