Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kenali Silent Depression

Rosihan Anwar • Minggu, 4 Januari 2026 | 08:16 WIB
Santy Sastra
Santy Sastra

 

Oleh: Santy Sastra

(Mindset Motivator & Hypnoterapist)

 

SILENT DEPRESSION (depresi terselubung/diam) adalah kondisi depresi yang gejalanya tersembunyi atau tidak terlihat jelas secara emosional, sehingga penderitanya tampak baik-baik saja di luar, namun sebenarnya mengalami kesedihan, kehampaan, dan masalah mental mendalam yang ditutupi dengan senyuman atau kepura-puraan, seringkali dengan gejala fisik seperti sakit kepala, nyeri, atau perubahan pola tidur/makan, yang bisa berujung pada masalah kesehatan serius jika tidak ditangani.

Sama seperti jenis depresi pada umumnya, depresi terselubung adalah kondisi ketika seseorang mengalami gangguan mental yang memengaruhi perasaan, cara berpikir, hingga berperilaku.

Bedanya, seseorang dengan depresi terselubung sering kali menunjukkan gejala fisik terlebih dahulu dibandingkan gejala psikologisnya.

Artinya, seseorang dengan kondisi ini mungkin tidak menunjukkan gangguan suasana hati, tetapi memiliki gejala fisik atau psikosomatis.

Beberapa gejala psikosomatik adalah nyeri otot, peningkatan detak jantung, dan keringat berlebih pada tangan.

Karena itulah, depresi terselubung juga dikenal sebagai masked depression. Ini lantaran orang-orang yang mengalaminya tidak terlihat memiliki depresi.

Gejala utama dari depresi, yaitu mood depresif (sedih), anhedonia (kehilangan minat), dan anergia (tidak bersemangat) sering kali tidak terlihat pada seseorang dengan masked depression karena tertutup oleh keluhan fisik.

Satu langkah penting yang harus dilakukan supaya depresi terselubung bisa teratasi adalah menyadari dan menerima bahwa Anda mengalaminya.

Sama seperti penyakit fisik, gangguan mental adalah kondisi yang dialami oleh banyak orang sehingga tidak perlu malu untuk menerimanya.

Meski terlihat seolah baik-baik saja, silent depression bisa memberi dampak besar pada hidup seseorang. Mereka bisa tetap produktif, tetap ramah, tapi menyimpan rasa hampa yang sulit dijelaskan.

Tubuh bisa terlihat sehat, tapi rasa lelah gak pernah pergi meski sudah tidur berjam-jam. Orang dengan silent depression sering merasa energinya terkuras tanpa alasan jelas. Mereka berusaha menutupi rasa letih itu dengan aktivitas normal, tapi batinnya tetap merasa kosong.

Seseorang yang sedang mengalami silent depression bisa tetap menjalani rutinitasnya. Namun, hal-hal yang dulu memberi semangat kini tidak lagi terasa menarik. Bahkan hobi atau aktivitas favorit pun kehilangan maknanya.

Kondisi ini sering disalahpahami sebagai rasa bosan biasa. Padahal, hilangnya ketertarikan ini bisa jadi tanda gejala depresi yang tersembunyi. Menyadari perubahan minat ini penting agar bisa segera mencari pertolongan.

Orang dengan silent depression bisa jadi orang yang paling sering tersenyum di depan banyak orang. Mereka tetap bisa bercanda, bekerja, bahkan terlihat produktif. Namun, di dalam dirinya tersimpan perasaan kosong yang sulit dijelaskan.

Anda tidak harus menghadapi kondisi ini seorang diri. Jika merasa kesulitan atau membutuhkan tempat bicara, konsultasi dengan hipnoterapis yang dapat membantu Anda. (ss/han)

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#santy sastra hypnoterapi #santy sastra #Power of mind santy sastra #santy sastra public speaking