Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Waspada! Kasus DBD di Karangasem Melonjak Tajam Sepanjang 2025, Satu Pasien Meninggal Dunia

Zulfika Rahman • Senin, 5 Januari 2026 | 06:20 WIB

 

ilustrasi demam berdarah. (dok.Jawa Pos.com)
ilustrasi demam berdarah. (dok.Jawa Pos.com)

AMLAPURA, Radar Bali.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem mencatatkan lonjakan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2025. Tercatat sebanyak 1.517 kasus terjadi di wilayah ini, angka yang meroket tajam dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyentuh 1.078 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengungkapkan bahwa angka di tahun 2025 merupakan yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

"Peningkatan cukup tinggi terjadi sejak awal Januari hingga Maret. Puncaknya pada bulan Maret saja, ada 313 kasus yang ditemukan," ujar Putra Pertama, Minggu (4/1/2026).

Wilayah Perkotaan Jadi Titik Zona Merah

Meskipun tren kasus cenderung menurun setelah bulan Maret hingga pengujung Desember, Dinkes mencatat satu korban jiwa akibat penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti ini.

Wilayah perkotaan dengan pemukiman padat penduduk masih menjadi sarang utama penyebaran DBD. Dua wilayah dengan kasus tertinggi adalah:

"Kawasan padat penduduk menjadi tantangan tersendiri. Selain itu, rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan membuat jentik nyamuk sangat mudah berkembang biak," imbuhnya.

Strategi Tahun 2026: Gencarkan PSN dan Surveilans

Memasuki tahun 2026, Dinas Kesehatan Karangasem memasang target besar untuk menekan angka kesakitan. Fokus utama pemerintah adalah memperkuat langkah preventif dan perubahan perilaku masyarakat.

Putra Pertama menegaskan bahwa pihaknya akan lebih gencar melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta penguatan surveilans di titik-titik yang ditemukan kasus aktif.

"Edukasi dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah kunci utama memutus rantai penyebaran. Mengingat saat ini kita sedang berada di musim hujan, potensi kenaikan kasus sangat tinggi. Kami mohon dukungan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan," tutupnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#diskes #dbd #karangasem #demam berdarah