Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dumogi Amor ring Acintya, Sempat Dicakar Anjing, Bocah 8 Tahun di Karangasem Ini Meninggal Dunia dengan Gejala Suspek Rabies

Zulfika Rahman • Jumat, 9 Januari 2026 | 07:24 WIB
ilustrasi jenazah korban rabies. (dok.Jawa Pos.com)
ilustrasi jenazah korban rabies. (dok.Jawa Pos.com)

AMLAPURA, RadarBali.id– Duka mendalam menyelimuti Desa Labasari, Kecamatan Abang. Seorang bocah perempuan berinisial NMRW,8, dinyatakan meninggal dunia di RSUD Karangasem pada Rabu (7/1/2026).

Tragisnya, si bocah usia Sekolah Dasar (SD) yang nahas ini meninggal dengan gejala medis yang mengarah kuat pada infeksi rabies.

Tiga Bulan Lalu Kena Cakar Anjing Liar

Peristiwa memilukan ini bermula sekitar tiga bulan lalu saat korban terkena cakaran anak anjing liar di bagian kaki.

Saat itu, luka gores yang dialami dianggap ringan dan hanya diobati secara tradisional menggunakan lidah buaya oleh pihak keluarga.

Karena tidak menunjukkan gejala aneh, korban pun tidak dibawa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).

Demam dan Takut Air

Petaka muncul pada Selasa (6/1/2026), saat korban tiba-tiba mengalami demam tinggi dan lemas usai pulang sekolah. Kondisinya memburuk dengan cepat; korban mulai menunjukkan gejala khas rabies yakni takut air (hidrofobia), takut angin, hingga mengalami kejang-kejang.

"Pasien sempat mendapat perawatan intensif di ruang IGD hingga ICU. Namun kondisinya terus menurun hingga dinyatakan meninggal dunia pada Rabu siang," ungkap Direktur RSUD Karangasem, dr. Putu Angga Wirayogi.

Meski gejalanya sangat identik, pihak rumah sakit masih menetapkan status suspek rabies. "Kami belum bisa memastikan 100 persen karena anjing yang mencakar korban tidak diketahui keberadaannya untuk diobservasi," tambah dr. Angga.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi warga agar tidak menyepelekan sekecil apa pun luka akibat gigitan atau cakaran hewan penular rabies (HPR) dan segera mencari pertolongan medis profesional.[*]

Editor : Hari Puspita
#korban gigitan anjing #anjing gila #karangasem #rabies #virus rabies #Infeksi rabies