TABANAN, RadarBali.id – Munculnya varian flu baru yang dijuluki "Super Flu" atau virus Influenza A (H3N2) subclade K tengah menjadi sorotan nasional.
Meski Kementerian Kesehatan RI mencatat telah ditemukan 62 kasus di Indonesia hingga Desember 2025, Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Tabanan memastikan hingga saat ini wilayahnya masih aman dari paparan virus tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di seluruh Puskesmas dan Rumah Sakit di Tabanan, belum ditemukan adanya laporan kasus terkonfirmasi.
"Kami hingga saat ini belum menemukan kasus infeksi virus H3N2 atau 'Super Flu' di Tabanan. Kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menyikapi informasi yang beredar," ujar dr. Wira Andi saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Kenali Gejala dan Langkah Pencegahan
- Wira Andi menjelaskan bahwa secara umum, gejala "Super Flu" memiliki kemiripan dengan flu musiman biasa, di antaranya:
- Demam tinggi
- Batuk dan pilek
- Sakit kepala
- Nyeri tenggorokan
Meski gejalanya serupa, masyarakat diimbau tidak meremehkan kondisi kesehatan. Diskes Tabanan mendorong warga untuk kembali memperketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menjaga imunitas tubuh.
Imbauan Vaksinasi bagi Kelompok Rentan
Sebagai langkah proteksi tambahan, dr. Wira Andi sangat menyarankan masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi influenza tahunan.
"Vaksinasi ini terutama dianjurkan bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta (komorbid)," tambahnya.
Masyarakat yang mulai merasakan gejala flu diminta untuk beristirahat di rumah, menggunakan masker, dan menerapkan etika batuk yang benar. Jika kondisi tidak membaik dalam tiga hari, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat.
"Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah cepat untuk melindungi kesehatan masyarakat. Jadi sekali lagi, tidak perlu khawatir berlebihan," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita