Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

The Power of Yet: Mengubah “Aku Tidak Bisa“ menjadi “Aku Belum Bisa”

Rosihan Anwar • Minggu, 8 Februari 2026 | 10:19 WIB
Santy Sastra
Santy Sastra

Oleh: Santy Sastra

(Mindser Motivator dan Hypnoterapist)

 

THE POWER OF YET (Kekuatan Kata “Belum”) adalah konsep psikologi yang dipopulerkan oleh Carol Dweck dari Stanford University, yang mendorong individu mengubah pernyataan “saya tidak bisa” menjadi “saya belum bisa”.

Ini menekankan pada growth mindset (pola pikir berkembang), di mana kegagalan dianggap sebagai proses pembelajaran sementara, bukan akhir, serta membuka peluang untuk tumbuh melalui latihan dan usaha.

The Power of Yet adalah konsep sederhana namun luar biasa yang mampu mengubah cara kita memandang kegagalan.

The Power of Yet adalah merasa putus asa saat menghadapi tantangan, dengan kata “belum,” kita belajar bahwa setiap kegagalan hanyalah langkah sementara menuju keberhasilan.

Filosofi ini menanamkan mindset bahwa kemampuan dan prestasi bukanlah sesuatu yang tetap, melainkan bisa berkembang melalui usaha, pembelajaran, dan kesabaran.

The Power of Yet diperkenalkan oleh Carol Dweck, peneliti psikologi dari Stanford University, yang dikenal dengan teori growth mindset.

Konsep ini menekankan bahwa kita tidak perlu merasa gagal ketika belum mencapai tujuan.

Mengubah pernyataan “Saya gagal” menjadi “Saya belum berhasil” saja bisa membuat perbedaan besar.

Kata “belum” membuka kemungkinan untuk mencoba lagi, belajar dari kesalahan, dan tetap termotivasi.

Inti dari The Power of Yet adalah proses belajar dan pertumbuhan. Fokusnya bukan pada hasil instan, melainkan pada perkembangan kemampuan dan keberanian menghadapi tantangan.

Dengan mindset ini, setiap kegagalan menjadi pengalaman berharga, bukan akhir dari perjalanan

Individu dengan mindset berkembang lebih tahan menghadapi kegagalan, percaya diri, dan gigih dalam mencoba hal baru.

Kata “belum” membantu mengurangi rasa cemas, menghilangkan stigma kegagalan, dan menumbuhkan optimisme realistis.

Selain itu, filosofi ini mendorong refleksi diri. Kegagalan menjadi bahan evaluasi dan perbaikan, bukan penilaian atas kemampuan kita. Rasa puas muncul dari usaha yang konsisten, bukan hanya dari hasil akhir.

The Power of Yet adalah kunci untuk mengubah kegagalan menjadi kesempatan.

Dengan menambahkan kata “belum” pada setiap tantangan, kita membuka ruang untuk belajar, berkembang, dan bertumbuh.

Filosofi ini relevan dalam pendidikan, karier, maupun kehidupan sehari-hari, karena mengajarkan bahwa setiap kegagalan hanya batu loncatan menuju keberhasilan. (ss/han)

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar
#santy sastra public speaking