Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK Unud Gelar Lokakarya Kurikulum, Ini Masalah Krusial yang Disoroti

Marsellus Pampur • Sabtu, 21 Februari 2026 | 05:16 WIB

 

BAHAS ANASTESI: Jajaran pimpinan  dan narasumber Fakultas Kedokteran Universitas Udayana foto bersama di sela Lokakrya, Jumat 20 Februari 2026.
BAHAS ANASTESI: Jajaran pimpinan dan narasumber Fakultas Kedokteran Universitas Udayana foto bersama di sela Lokakrya, Jumat 20 Februari 2026.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Fakultas Kedokteran, Program Studi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif, Universitas Udayana menggelar Lokakarya Kurikulum. Kegiatan ini digelar pada Jumat (20/2/2026 )di Ruang Prof. dr. I Goesti Ngoerah Gde Ngoerah, FK Unud, Denpasar.

Prof. Dr. dr. Tjokorda Gde Agung Senapathi, SpAn-TI., Subsp.An.R.(K) selaku KPS Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FK Unud mengatakan, kegiatan ini merupakan forum resmi untuk melakukan pembahasan, penyusunan, dan penyelarasan renstra dan kurikulum prodi agar tetap relevan, adaptif, dan selaras dengan kebutuhan pendidikan serta pelayanan kesehatan.

Lokakarya dijalankan karena adanya dinamika cepat di bidang anestesiologi dan terapi intensif, termasuk perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan sistem layanan kesehatan, tuntutan akreditasi LAM-PTKes, serta kebutuhan kesesuaian dengan standar mutu rumah sakit (KARS) dan standar internasional.

”Sehingga kurikulum harus ditinjau dan dimutakhirkan secara strategis dan berbasis kompetensi," katanya kepada Jawa Pos Radar Bali usai kegiatan.

Lanjut dia, adapun tujuan acara lokakarya ini mencakup beberapa hal penting. Mulai dari review dan rekonstruksi visi misi Prodi agar selaras dengan perubahan visi misi fakultas dan universitas, penyusunan renstra prodi untuk mendukung capaian renstra fakultas dan universitas, hingga evaluasi menyeluruh kurikulum berjalan (kesesuaian CPL, struktur kurikulum, dan relevansi materi.

Lalu tujuan lainnya seperti penyesuaian dengan SN-Dikti, standar profesi, serta perkembangan IPTEK, penyusunan kurikulum berbasis kompetensi yang integratif, penguatan mekanisme penilaian dan dokumentasi pembelajaran untuk akuntabilitas dan audit akademik serta penghimpunan masukan pemangku kepentingan (dosen, klinisi, alumni, dan pengguna lulusan) sebagai bagian dari tata kelola akademik.

 Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali Hari Ini, Sabtu (21/2/2026): Cerah Berawan, Angin Kencang Masih Berpotensi Datang

”Jadi banyak input yang konstruktif dari beberapa stakeholder. Misalnya rumah sakit umum daerah tingkat II Bangli, kemudian dari dinas kesehatan, kemudian dari Rumah Sakit Mangusada," terangnya.

 Sementara itu, Ketua Panitia Lokakarya Dr. dr. IGAG Utara Hartawan, SpAn-TI., MARS., SH menjelaskan, peran Kolegium Anestesiologi dan Terapi Intensif Indonesia menjadi komponen kunci dalam lokakarya ini karena memastikan sinkronisasi kurikulum dengan standar profesi, pedoman etik, dan kompetensi dokter spesialis anestesiologi dan terapi intensif.

Masukan Kolegium memperkuat legitimasi akademik sekaligus menjembatani kebutuhan layanan klinis dengan standar pendidikan profesi.

Acara ini juga melibatkan AP2PS Anestesiologi dan Terapi Intensif. Melalui keterlibatan AP2PS, rangkuman masukan stakeholder yang dihasilkan dapat lebih mudah dibandingkan dengan praktik baik lintas institusi, memperkuat konsistensi standar pelaksanaan di rumah sakit pendidikan utama dan jejaring, serta meningkatkan penerimaan terhadap perubahan kurikulum pada level nasional.

 Baca Juga: Jejak Panjang Prestasi dan Dedikasi, De Gadjah Kenang Legenda Tinju Bali Adi Swandana

”Dengan desain tersebut, lokakarya tidak hanya menghimpun pendapat, tetapi menata masukan stakeholder menjadi rekomendasi integratif, pemetaan kebutuhan kompetensi lulusan, perbaikan CPL dan CPMK dan pemetaan kurikulum, penyempurnaan struktur kurikulum dan RPS, serta rencana implementasi (timeline, strategi sosialisasi, dan kesiapan sumber daya) yang terdokumentasi melalui berita acara, daftar hadir, dan rekomendasi resmi lokakarya," urainya.

Sementara itu, stakeholder yang hadir dalam lokakarya ini dirancang mencerminkan dari unsur internal dan eksternal prodi. Dari stakeholder internal program studi hadir Ketua Program Studi dan Kepala Departemen, Tim Penyusun Kurikulum, dosen tetap, pengampu mata kuliah, Tim Pelaksana Penjaminan Mutu (TPPM) prodi, tenaga kependidikan, serta perwakilan peserta didik/residen.

Lalu, dari internal fakultas atau universitas hadir pimpinan FK (Dekan dan para Wakil Dekan) serta UP3M, dan Tim Kurikulum FK Unud untuk pembinaan kebijakan dan validasi teknis kurikulum.

Dari stakeholder eksternal pendidikan dan pelayanan hadir dokter spesialis anestesi dari rumah sakit jejaring, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Direktur RS Ngoerah, Direktur RS Unud, Direktur RS Ben Mboi, Direktur RSUD dan RS Swasta di Bali, Kepala Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif RS Ngoerah, Dekan FKKH Undana, KPS Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif FKKH Undana, Perdatin Cabang Bali, pengguna lulusan, serta alumni lintas angkatan.***

Editor : M.Ridwan
#unud #fakultas kedokteran #Anestesiologi dan Terapi Intensif #lokakarya #universitas udayana