Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ratusan Pakar Dunia Berkumpul di Bali, Bahas Masa Depan Terapi Stem Cell dan Kedokteran Regeneratif

Marsellus Pampur • Jumat, 3 April 2026 | 17:08 WIB
FORUM PAKAR INTERNASIONAL : Para pakar kesehatan bertukar pengetahuan tentang terapi sel . (Foto Marsellus Pampur)
FORUM PAKAR INTERNASIONAL : Para pakar kesehatan bertukar pengetahuan tentang terapi sel . (Foto Marsellus Pampur)

MANGUPURA, RadarBali.id – Ratusan dokter, peneliti, dan praktisi kesehatan dari berbagai belahan dunia berkumpul di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Kuta Selatan, pada Kamis (3/4/2026).

Baca Juga: Pemkab Gelontorkan Rp46,46 Miliar untuk Jaminan Kesehatan, Ini Penyebabnya

Mereka hadir dalam forum ilmiah skala internasional yang diinisiasi oleh Perhimpunan Dokter Seminat Rekayasa Jaringan dan Terapi Sel Indonesia (RAJASELINDO).

Pertemuan bergengsi ini berfokus pada pembahasan masa depan rekayasa jaringan, terapi sel, dan kedokteran regeneratif. Lewat forum ini, para ahli saling berbagi ilmu, memperbarui riset, dan memperkuat jaringan internasional demi mematangkan terapi berbasis stem cell (sel punca).

Baca Juga: Viral Voice Note "Obat Langka" di RSUD Tabanan, Direktur: Hanya Obat Suplemen, Efek Klaim BPJS Kesehatan Macet

Ketua Panitia Pelaksana, Prof. dr. Ahmad Faried, Sp.BS, Subsp. N-Onk (K), PhD, FICS, DABRM, mengungkapkan bahwa acara ini sangat krusial untuk memperkuat ekosistem riset dan praktik klinis. Apalagi, event kali ini digabung dengan agenda internasional APASTB ke-20, serta pertemuan tahunan PERBAJI ke-9 dan ASPI ke-13.

"Harapannya, diskusi dan kolaborasi ini dapat memperkuat bukti ilmiah sekaligus mendorong inovasi terapi baru bagi berbagai penyakit yang selama ini sulit ditangani," ujar Prof. Ahmad Faried kepada awak media.

Di sisi lain, Ketua Umum REJASELINDO periode 2019–2026, Dr. dr. Bintang Soetjahjo, Sp.OT, Subsp. PL (K), menegaskan pentingnya strategi pentahelix—kerja sama antara akademisi, klinisi, pemerintah, industri, dan media. Ia tidak ingin Indonesia hanya menjadi konsumen teknologi kesehatan dari luar negeri.

"Dengan kerja sama berbagai pihak, kita berharap Indonesia dapat menjadi pusat pengembangan teknologi kesehatan berbasis riset. Dengan demikian, kita benar-benar dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri," pungkas Dr. Bintang.[*]

Editor : Hari Puspita
#kesehatan #nusa dua #terapi #forum internasional