Buleleng Darurat DBD, Seorang Balita Meninggal Dunia, 109 Kasus Tercatat Sejak Awal Tahun

Francelino Junior • Dipublikasikan Rabu, 15 April 2026 | 07:12 WIB
ilustrasi gigitan nyamuk DBD.{gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi gigitan nyamuk DBD.{gambar digital gemini/radar bali)

SINGARAJA, RadarBali.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng memasuki fase waspada. Hingga 9 April 2026, Dinas Kesehatan mencatat sedikitnya 109 warga terjangkit.

Baca Juga: Waspada! Kasus DBD di Karangasem Melonjak Tajam Sepanjang 2025, Satu Pasien Meninggal Dunia

Ironisnya, satu nyawa balita berusia 4 tahun asal Kelurahan Banyuning dilaporkan melayang akibat Dengue Shock Syndrome (DSS).

Baca Juga: DBD Masih Jadi Hantu Masyarakat Denpasar, Lonjakan Kasus dari Awal Tahun, 5 Meninggal Dunia, Ini Kata Diskes Kota

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai pemicu utama. "Lingkungan padat dan genangan air yang dibiarkan menjadi sarang empuk jentik nyamuk," ungkapnya pada Selasa (14/4/2026).

Selain faktor lingkungan, cuaca ekstrem dan kepadatan penduduk memperparah penyebaran virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti ini. Sucipto menginstruksikan seluruh puskesmas untuk bergerak cepat melaporkan temuan kasus agar tim surveilans bisa melakukan penanganan dalam waktu kurang dari 24 jam.

"Masyarakat jangan abai. Jika ada keluarga demam tinggi lebih dari tiga hari disertai mual atau bintik merah, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Penanganan cepat adalah kunci," pesannya.[*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
korban DBD balita terjangkit korban meninggal demam berdarah dengue DBD di Bali