SINGARAJA, RadarBali.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buleleng memasuki fase waspada. Hingga 9 April 2026, Dinas Kesehatan mencatat sedikitnya 109 warga terjangkit.
Baca Juga: Waspada! Kasus DBD di Karangasem Melonjak Tajam Sepanjang 2025, Satu Pasien Meninggal Dunia
Ironisnya, satu nyawa balita berusia 4 tahun asal Kelurahan Banyuning dilaporkan melayang akibat Dengue Shock Syndrome (DSS).
Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr. Sucipto, menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai pemicu utama. "Lingkungan padat dan genangan air yang dibiarkan menjadi sarang empuk jentik nyamuk," ungkapnya pada Selasa (14/4/2026).
Selain faktor lingkungan, cuaca ekstrem dan kepadatan penduduk memperparah penyebaran virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti ini. Sucipto menginstruksikan seluruh puskesmas untuk bergerak cepat melaporkan temuan kasus agar tim surveilans bisa melakukan penanganan dalam waktu kurang dari 24 jam.
"Masyarakat jangan abai. Jika ada keluarga demam tinggi lebih dari tiga hari disertai mual atau bintik merah, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Penanganan cepat adalah kunci," pesannya.[*]
Editor : Hari Puspita