Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

BBPOM di Denpasar Beri Bimbingan Teknis Pelaku UMKM di Bali, Untuk Tempat Produksi yang Memenuhi Standar Pangan Olahan

Marsellus Pampur • Rabu, 15 April 2026 | 12:43 WIB
Bimbingan teknis oleh Ketua Tim Pelayanan Publik dan Komunikasi BBPOM di Denpasar, Putu Ekayanti kepada para pelaku UMKM, Selasa (14/4/2026). (Marsellus Pampur/Radar Bali)Bimbingan teknis oleh Ketua Tim Pelayanan Publik dan Komunikasi BBPOM di Denpasar, Putu Ekayanti kepada para pelaku UMKM, Selasa (14/4/2026). (Marsellus Pampur/Radar Bali)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com -Balai Besar POM di Denpasar melakukan bimbingan teknis terhadap 19 UMKM di Provinsi Bali. Kegiatan ini digelar di kantor BBPOM di Denpasar, Renon, Selasa (14/4/2026). 

Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Pelayanan Publik dan Komunikasi BBPOM di Denpasar, Putu Ekayanti mengatakan, kegiatan itu menindaklanjuti implementasi Gebyar UMKM Bali (Gerakan bersama pelayanan ijin edar) untuk UMKM obat dan makanan di Bali.

”Jadi, yang kami undang ada 19 pelaku usaha yang terdiri dari 15 pangan olahan, 2 kosmetik dan 2 obat tradisional," katanya kepada Jawa Pos Radar Bali dia Ela kegiatan berlangsung.

Dia menjelaskan, para pelaku UMKM diberikan bimbingan selama dua hari mulai dari tahap pendampingan dan bimbingan teknis, bagaimana para pelaku UMKM agara bisa mengetahui bagaimana membuat dan memiliki tempat produksi yang memenuhi standar pangan olahan yang baik dan benar.

”Standarnya seperti apa? Kami memberikan penjelasan. Jadi yang mana saranananya, denah yang memenuhi standar, begitu juga lay out apakah sesuai standar supaya tidak terjadi kontaminasi silang.

Supaya makanan yang diproduksi, obat tradisional yang diproduksi, kosmetik yang diproduksi memenuhi standar keamanan, mutu dan khasiat atau manfaatnya," jelasnya.

Lebih lanjut, pihak BBPOM di Denpasar juga menggandeng para mahasiswa dari Fakultas Teknologi Pangan Universitas Udayana. Para mahasiswa ini berperan membantu para pelaku usaha yang tidak memahami dokumen mutu.

”Supaya ini menghindari tidak menggunakan calo. Karena keberadaan calo ini bahaya banget. Kadang mereka terlalu banyak mengambil dan mendampingi banyak perusahaan. 

Mereka Sering menghambat pelaku usaha. Sering terjadi miskomunikasi. Sehingga pelaku usaha mengira lama di kami. Ternyata tidak. Karena dia menggunakan calo," tambahnya.

Kini berkat adanya bimbingan teknis dan pendampingan yang dilakukan, para pelaku UMKM tersebut sudah tercerahkan.

Mereka jadi tau bagaimana membuat tempat produksi yang baik dan benar. Selain itu mereka juga memahami dengan baik alur pengurusan ijin edar yang sah.

Editor : Rosihan Anwar
#bbpom di denpasar #obat dan makanan