Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cegah Kanker Serviks, Kemenkes Berikan Vaksin HPV Gratis bagi Laki-laki

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 21 April 2026 | 10:57 WIB
Ilustrasi - Pemberian vaksin HPV pada siswa laki laki akan diterapkan mulai 2030 untuk menekan prevelensi kanker rahim yang menjadi penyebab kematian utama perempuan Indonesia. (Gemini/Radar Bali)
Ilustrasi - Pemberian vaksin HPV pada siswa laki laki akan diterapkan mulai 2030 untuk menekan prevelensi kanker rahim yang menjadi penyebab kematian terbanyak kedua perempuan Indonesia. (Gemini/Radar Bali)

RADAR BALI - Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) resmi memperluas cakupan program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dengan menyertakan laki-laki sebagai sasaran mulai tahun ini.

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya mempercepat eliminasi kanker serviks dan memutus rantai penularan virus di masyarakat secara menyeluruh.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa selama ini fokus vaksinasi hanya tertuju pada perempuan. Padahal, laki-laki memiliki peran krusial sebagai pembawa (carrier) virus HPV yang kemudian menular kepada perempuan melalui kontak seksual.

“Perempuan yang paling terdampak karena bisa mengalami kanker serviks, namun penularannya bisa berasal dari laki-laki,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin seperti dikutip Antara pada Senin (20/4/2026).

Memutus Rantai Penularan secara Efektif

Data menunjukkan bahwa kanker serviks merupakan penyebab kematian tertinggi kedua bagi perempuan di Indonesia, dengan fatalitas mencapai satu kematian setiap 25 menit.

Perluasan vaksinasi kepada laki-laki bukan tanpa alasan. Melalui pendekatan ini, pemerintah menciptakan perlindungan dua arah yang mampu menekan penularan secara jauh lebih signifikan dibandingkan hanya memproteksi satu kelompok gender.

Selain melindungi perempuan, vaksinasi ini secara langsung memberikan manfaat kesehatan bagi kaum pria dengan mengurangi risiko kanker anus, kanker tenggorokan, kanker penis, serta kutil kelamin.

Secara psikologis, pengalaman internasional menunjukkan bahwa keterlibatan laki-laki dalam program ini mampu meningkatkan penerimaan publik, di mana perempuan cenderung lebih bersedia divaksinasi saat program ini dijalankan secara adil bagi kedua gender.

Peta Jalan Eliminasi Kanker Serviks

Kemenkes telah menyusun peta jalan perlindungan kesehatan jangka panjang melalui Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Serviks.

Dalam program ini, vaksinasi dasar akan diprioritaskan bagi anak kelas 5 dan 6 SD serta remaja usia 15 tahun sebagai upaya kontrol penularan sejak dini.

Mulai tahun 2027, jangkauan imunitas akan diperluas ke kelompok dewasa melalui pemberian vaksin gratis bagi mereka yang berusia 20 tahun ke atas.

Pemerintah menargetkan pada tahun 2030 mendatang, sebanyak 90 persen anak laki-laki dan perempuan sudah mendapatkan vaksinasi HPV untuk mencapai eliminasi virus secara nasional.

Program ini juga didukung dengan target skrining DNA HPV bagi 75 persen perempuan usia 30–69 tahun guna memastikan deteksi dini yang akurat.

Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes Gertrudis Tandy menyatakan bahwa pihaknya menggandeng Biofarma untuk memproduksi vaksin di dalam negeri guna memastikan stok tetap aman bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Mengenal Vaksin HPV dan Keamanannya

Vaksin HPV bekerja dengan memperkenalkan antigen yang menyerupai virus untuk merangsang antibodi tanpa menyebabkan penyakit.

Saat ini, terdapat dua jenis utama yang digunakan, yakni Vaksin Gardasil yang melindungi dari empat tipe HPV (6, 11, 16, dan 18), serta Gardasil 9 yang memberikan perlindungan lebih luas terhadap sembilan jenis HPV penyebab kanker.

Menteri Kesehatan mengimbau masyarakat agar tidak ragu, karena vaksin ini telah dinyatakan aman oleh badan kesehatan internasional. Efek samping yang muncul umumnya ringan, seperti nyeri di area suntikan atau pusing sementara.

"Pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa pemberian vaksinasi HPV secara luas mampu menurunkan kasus kanker serviks secara signifikan," pungkas Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#vaksin hpv laki laki #menteri kesehatan budi gunadi sadikin #program imunisasi nasional #kesehatan reproduksi #kanker serviks