Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sentuhan Magis Selembar Selendang 'Sewek Terapi', Solusi Saraf Kejepit di Klungkung

Marsellus Pampur • Sabtu, 9 Mei 2026 | 07:45 WIB
KESEHATAN DENGAN TERAPI : Praktik sewek terapi Pasek Juniartha ditemui di Banjar Gunung Hyang, Semarapura Kelod Kangin, Klungkung. (Foto -foto Marsellus Pampur)
KESEHATAN DENGAN TERAPI : Praktik sewek terapi Pasek Juniartha ditemui di Banjar Gunung Hyang, Semarapura Kelod Kangin, Klungkung. (Foto -foto Marsellus Pampur)

Bagi mereka yang pernah merasakannya, saraf kejepit bukan sekadar rasa nyeri. Ia adalah siksaan yang menjalar, membuat langkah kaki terasa berat, dan sering kali berakhir di meja operasi. Namun, di sebuah sudut Banjar Gunung Hyang, Semarapura Kelod Kangin, ada pemandangan unik: pasien yang merintih kesakitan justru "dibelit" dengan selembar selendang, lalu pulang dengan langkah yang jauh lebih ringan.

METODE  ini dikenal dengan nama Sewek Terapi. Di Bali, nama Pasek Juniartha,40, mencuat sebagai satu-satunya praktisi yang menekuni teknik pengobatan alternatif menggunakan media kain selendang atau sewek.

foto: Pasek Juniartha. (marsellus pampur)
foto: Pasek Juniartha. (marsellus pampur)

Psikologi Kenyamanan di Balik Kain

Saat ditemui di tempat praktiknya pada Kamis (7/5/2026), pria yang akrab disapa Juniartha ini menjelaskan mengapa ia memilih selendang ketimbang pijatan tangan kosong.

Baca Juga: Ratusan Pakar Dunia Berkumpul di Bali, Bahas Masa Depan Terapi Stem Cell dan Kedokteran Regeneratif

“Penderita saraf kejepit itu kalau disentuh atau dipijat saja sudah nyeri luar biasa. Secara psikologis, saat tubuh dibalut selendang, pasien merasa lebih nyaman dan terlindungi.

Persendian mereka mulai fleksibel, dan lutut jadi lebih mudah digerakkan tanpa rasa takut akan rasa sakit,” jelas Juniartha.

Prosesnya terlihat simpel namun presisi. Bagian-bagian sendi yang bermasalah ditarik perlahan menggunakan kekuatan kain selendang untuk mengembalikan posisi tubuh ke poros aslinya.

Menurutnya, banyak masalah saraf muncul karena "sendi bodi" yang tidak pernah dirawat, sehingga bahu menjadi tidak simetris atau tubuh membungkuk. Lewat tarikan selendang, otot dan sendi dipaksa kembali ke posisi semula.

Berawal dari Sakit Sendiri

Siapa sangka, keahlian Juniartha bermula dari musibah pribadi. Pada 2018, saat ia sibuk berkeliling kota mengisi seminar tentang saraf kejepit, justru ia sendiri yang ambruk karena penyakit yang sama.

Pencariannya akan kesembuhan membawanya bertemu dengan seorang praktisi Sewek Terapi asal Jogjakarta. Setelah sembuh total, Juniartha memutuskan untuk mendalami ilmu tersebut dan membawanya pulang ke Bali.

Kini, tempat praktiknya melayani belasan hingga puluhan pasien setiap hari—mulai dari warga lokal hingga kalangan medis yang mencari alternatif non-bedah.

Kolaborasi Minyak dan Pantangan Makan

Dalam praktiknya, Juniartha juga mengombinasikan tarikan kain dengan pengobatan topikal. Ia menggunakan minyak Varas dan menyarankan pemakaian boreh (ramuan tradisional Bali) bagi pasien yang kulitnya terasa dingin akibat sirkulasi darah yang buruk.

Namun, ia menegaskan bahwa terapi saja tidak cukup. Gaya hidup adalah kunci utama.

“Penderita saraf kejepit itu musuhnya adalah darah kental. Maka, saya selalu sarankan hindari daging merah dan minuman es. Mereka justru wajib banyak bergerak,” tambahnya.

Bagi penderita dengan kondisi parah, Juniartha menyarankan setidaknya tiga kali sesi terapi atau lebih. Sedangkan untuk keluhan ringan, maksimal tiga kali kunjungan biasanya sudah memberikan hasil maksimal.

Biaya yang terjangkau dan metode yang sederhana menjadi alasan mengapa "keajaiban selendang" ini kian diminati sebagai jalan keluar dari jeratan nyeri saraf yang menyiksa. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#kesehatan #pengobatan alternatif #terapi #saraf kejepit #Kebugaran