KLUNGKUNG, RadarBali.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung mengakui adanya sejumlah fasilitas kesehatan tingkat bawah alias Puskesmas Pembantu (Pustu) yang memerlukan perbaikan segera.
Namun, terbatasnya anggaran membuat pemerintah daerah harus menerapkan skala prioritas dalam melakukan rehabilitasi.
Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 53 Pustu dan 9 Puskesmas di bawah naungannya. Sebagian besar memang sudah masuk dalam daftar rencana perbaikan.
”Perbaikan Pustu dilakukan secara bertahap sesuai usulan prioritas di Musrenbangcam. Setiap tahun kami upayakan perbaikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat,” jelas Ratna Dwijawati.
Untuk tahun 2024 lalu, rehabilitasi telah dilakukan pada Pustu Desa Jumpai, Dawan Kelod, dan Sampalan Kelod. Sedangkan untuk tahun ini, meski tidak ada menu rehab dari DAK pusat, Pemkab Klungkung tetap mengalokasikan APBD untuk pembangunan tembok penyengker di Pustu Desa Lemo dan Kutampi Kaler di Nusa Penida.
Selain itu, Dinkes Klungkung juga merencanakan rehab total Puskesmas Nusa Penida III serta perbaikan atap Puskesmas Nusa Penida II. ”Untuk tahun 2027 mendatang, kami sudah berencana mengusulkan lima Pustu lagi agar mendapatkan perbaikan lanjutan,” tambahnya.[*]
Editor : Hari Puspita