Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Akselerasi Digitalisasi Medis, RS Swasta di Bali Targetkan Rekam Medis Elektronik 100 Persen

Marsellus Nabunome Pampur • Selasa, 12 Mei 2026 | 19:23 WIB
PERTEMUAN ARSSI BALI: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Gde Anom saat membuka kegiatan CEO Meeting ARSSI Bali di Denpasar. (Foto Marsellus Pampu)
PERTEMUAN ARSSI BALI: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Gde Anom saat membuka kegiatan CEO Meeting ARSSI Bali di Denpasar. (Foto Marsellus Pampu)

DENPASAR, RadarBali.id – Transformasi digital di sektor kesehatan Bali memasuki babak baru.

Merespons mandat Permenkes No. 24 Tahun 2022, Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Cabang Bali kini bergerak cepat mendorong seluruh anggotanya untuk menuntaskan implementasi Rekam Medis Elektronik (RME).

Baca Juga: Buntut Kasus Pembacokan dan Pembakaran Rumah, Polres Klungkung Tunggu Rekam Medis dan Gangguan Jiwa

Langkah strategis ini dipertegas dalam ajang CEO Meeting yang digelar di Denpasar, Selasa (11/5/2026). Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara pimpinan rumah sakit swasta se-Bali, Kementerian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan, serta Privy selaku penyedia solusi identitas digital dan Tanda Tangan Elektronik (TTE) tersertifikasi.

Bukan Sekadar Pindah ke Digital

Haidar Istiqlal, Ketua Tim Kerja Kesehatan Lanjutan dan Bioteknologi Kemenkes RI, menegaskan bahwa RME bukan hanya soal mengganti kertas menjadi fail digital.

"Ini adalah investasi strategis untuk membangun ekosistem data kesehatan yang terintegrasi. Ketika data tercatat secara terstruktur dan dokumen ditandatangani secara sah (TTE), maka proses rujukan hingga klaim BPJS akan berjalan jauh lebih akurat dan efisien," jelas Haidar.

Tantangan 50 RS Swasta di Bali

Ketua ARSSI Cabang Bali, dr. I Nyoman Gede Bayu Wiratama Suwedia, mengakui bahwa perjalanan menuju digitalisasi penuh tantangan. Saat ini, 50 RS swasta anggota ARSSI menghadapi kendala mulai dari kesiapan sistem hingga legalitas dokumen operasional.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, ARSSI menggandeng Privy. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan beberapa lini krusial:

Potret Digitalisasi di Pulau Dewata

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Gde Anom, memaparkan data terkini bahwa dari 87 rumah sakit di Bali, sebanyak 83 rumah sakit telah menerapkan RME. Tersisa 4 rumah sakit yang kini tengah didorong untuk segera menyusul.

"Digitalisasi bukan sekadar sistem, tapi cara kerja baru yang adaptif. Melalui forum ini, kita cari solusi agar seluruh RS di Bali bisa 100% digital demi meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat," tegas Gde Anom.

Dengan dukungan infrastruktur dari Privy dan komitmen gotong royong anggota ARSSI, Bali optimistis dapat menjadi pelopor ekosistem kesehatan digital yang solid dan terintegrasi di Indonesia.[*]

Editor : Hari Puspita
#rumah sakit swasta #CEO Meeting #rekam medis elektronik #arssi #kesehatan