GIANYAR, Radar Bali.id – Munculnya temuan kasus Hantavirus di sejumlah wilayah Indonesia memicu perhatian serius para ahli kesehatan.
Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Bali menegaskan bahwa meskipun jumlah kasus sedang meningkat, masyarakat tidak perlu panik berlebihan, melainkan harus memperketat kebersihan lingkungan.
Berdasarkan data Kemenkes RI per Mei 2026, tercatat ada 23 kasus terkonfirmasi dari 251 kasus suspek yang tersebar di sembilan provinsi. Tim KIE PDHI Bali, drh. Arya Dharma, menjelaskan bahwa Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang menular dari urine, kotoran, atau liur tikus.
Baca Juga: Pelaku Pariwisata Karangasem Waswas, Munculnya Hantavirus Bayangi Pemulihan Ekonomi Bali
"Ini bukan virus baru karena sudah ditemukan di Indonesia sejak 1984. Hal yang paling krusial saat ini adalah mengendalikan populasi tikus dan menjaga kebersihan rumah," ungkap drh. Arya, didampingi Ketua PDHI Bali.
Gejala awal virus ini menyerupai flu berat, seperti demam tinggi, nyeri otot, hingga sesak napas. PDHI Bali memberikan tips penting bagi warga saat membersihkan area kotor atau gudang:
- Gunakan masker dan sarung tangan.
- Jangan langsung menyapu kotoran tikus yang kering karena partikel virus bisa terbang dan terhirup.
- Semprot area terkontaminasi dengan disinfektan terlebih dahulu sebelum dibersihkan.
Langkah sederhana menjaga sanitasi lingkungan dianggap sebagai kunci utama mencegah penyebaran virus yang hingga saat ini belum memiliki vaksin khusus tersebut.[*]
Editor : Hari Puspita