Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badah! Gigitan Kucing Liar Berujung Maut, Ibu Rumah Tangga di Jembrana Meninggal Diduga Rabies

Muhammad Basir • Jumat, 5 Juni 2026 | 03:46 WIB
Ilustrasi rabies dan pengobatannya. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi rabies dan pengobatannya. (gambar digital gemini/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id – Kasus dugaan rabies kembali merenggut korban jiwa di Gumi Makepung, Jembrana.

Baca Juga: Usai Kejadian Satu Keluarga Digigit Anjing Rabies, Petugas PKP Bangli Eliminasi Lima Anjing Liar

Seorang ibu rumah tangga, Ni Ketut Sari mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Negara pada Minggu (24/5/2026) setelah diduga terpapar virus rabies akibat gigitan kucing liar.

Baca Juga: Geger! Anjing Mendadak Terjangkit Rabies Mengamuk di Bangli, Tujuh  Orang Dalam Satu Keluarga Digigit

Informasi yang dihimpun, peristiwa tragis ini bermula pada April 2026 lalu. Saat sedang menjemur pakaian di depan rumahnya, korban mendadak digigit kucing liar pada bagian betis kanan.

Sayangnya, luka gigitan tersebut tidak segera ditangani secara medis meskipun pihak keluarga dan warga sekitar sudah menyarankan korban untuk memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

Kondisi ibu dua anak ini mulai menurun drastis pada Sabtu (23/5/2026). Korban mengeluh sakit hingga harus dilarikan ke puskesmas sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Negara.

Saat menjalani perawatan, korban menunjukkan gejala klinis khas rabies, seperti gelisah saat terkena embusan angin dan takut melihat air. Hanya sehari dirawat, korban dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya telah diaben pada Kamis (28/5/2026).

Merespons kejadian tersebut, Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lapangan.

"Sebagai langkah pencegahan, kami langsung melakukan vaksinasi rabies secara emergency terhadap 20 ekor anjing dan satu ekor kucing dalam radius tiga kilometer dari rumah korban," tegasnya.

 Selain itu, petugas juga mengambil sampel dari empat ekor anjing milik warga sekitar untuk diuji laboratorium di Balai Veteriner Denpasar guna memastikan tingkat paparan virus.[*]

Editor : Hari Puspita
#vaksinasi #pengobatan #anjing gila #rabies #satwa liar