NEGARA, Radar Bali.id – Kasus dugaan rabies kembali merenggut korban jiwa di Gumi Makepung, Jembrana.
Baca Juga: Usai Kejadian Satu Keluarga Digigit Anjing Rabies, Petugas PKP Bangli Eliminasi Lima Anjing Liar
Seorang ibu rumah tangga, Ni Ketut Sari mengembuskan napas terakhirnya di RSUD Negara pada Minggu (24/5/2026) setelah diduga terpapar virus rabies akibat gigitan kucing liar.
Baca Juga: Geger! Anjing Mendadak Terjangkit Rabies Mengamuk di Bangli, Tujuh Orang Dalam Satu Keluarga Digigit
Informasi yang dihimpun, peristiwa tragis ini bermula pada April 2026 lalu. Saat sedang menjemur pakaian di depan rumahnya, korban mendadak digigit kucing liar pada bagian betis kanan.
Sayangnya, luka gigitan tersebut tidak segera ditangani secara medis meskipun pihak keluarga dan warga sekitar sudah menyarankan korban untuk memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.
Kondisi ibu dua anak ini mulai menurun drastis pada Sabtu (23/5/2026). Korban mengeluh sakit hingga harus dilarikan ke puskesmas sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Negara.
Saat menjalani perawatan, korban menunjukkan gejala klinis khas rabies, seperti gelisah saat terkena embusan angin dan takut melihat air. Hanya sehari dirawat, korban dinyatakan meninggal dunia dan jenazahnya telah diaben pada Kamis (28/5/2026).
Merespons kejadian tersebut, Kepala Bidang Peternakan, Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan dan Kesmavet) Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta menyatakan pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lapangan.
"Sebagai langkah pencegahan, kami langsung melakukan vaksinasi rabies secara emergency terhadap 20 ekor anjing dan satu ekor kucing dalam radius tiga kilometer dari rumah korban," tegasnya.
Selain itu, petugas juga mengambil sampel dari empat ekor anjing milik warga sekitar untuk diuji laboratorium di Balai Veteriner Denpasar guna memastikan tingkat paparan virus.[*]
Editor : Hari Puspita