AMLAPURA, Radar Bali.id – Meski jumlah penderita tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Karangasem relatif masih berada di bawah angka nasional, temuan untuk suspek atau warga yang dicurigai bergejala TBC justru menembus angka ribuan.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Karangasem, I Gusti Bagus Pertama Putra menyebutkan bahwa pengentasan penyakit ini menjadi prioritas dan masuk dalam visi misi Karangasem Agung yang dicanangkan bupati dan wakil bupati setempat.
Guna memenuhi target nasional bebas TBC di tahun 2030, suatu daerah idealnya harus mampu menemukan kasus di atas 90 persen dan menuntaskan pengobatan di atas 90 persen.
"Hingga triwulan pertama tahun 2026 ini, di Karangasem baru menemukan 600 orang atau sekitar 14 persen dari target nasional. Namun untuk pengobatannya kami pastikan dilakukan secara tuntas," ujarnya.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan grafik suspek TBC di Karangasem cukup tinggi. Tercatat pada tahun 2024 ada 1.432 suspek, melonjak menjadi 2.420 suspek pada tahun 2025, dan pada tahun berjalan hingga Juni 2026 ini sudah ditemukan 881 suspek.
Untuk memutus rantai penularan, Dinkes menerapkan sistem penelusuran yang agresif. "Langkah tracing ketika terjadi kasus itu rasionya 1 banding 10. Begitu ada satu orang terindikasi TBC, kami langsung lakukan pelacakan terhadap 10 orang di sekitarnya," jelas Bagus Pertama.
Pihaknya kini mendorong pembentukan Desa Siaga TBC dengan mencetak kader khusus di tiap desa, serta meminta masyarakat tidak meremehkan gejala batuk lama dan segera memanfaatkan fasilitas cek dahak di Puskesmas Selat atau RSUD Karangasem.[*]
Editor : Hari Puspita