NEGARA, Radar Bali.id – Ancaman virus mematikan rabies di Bumi Makepung kian mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, kasus positif rabies di Kabupaten Jembrana meroket hingga menyentuh angka 39 kasus.
Baca Juga: Antisipasi Kasus Rabies, Petugas Sisir Ulang HPR di Tukadaya Melaya
Kasus teranyar dipicu oleh aksi teror seekor anjing yang menyerang tiga warga di Desa Tegalbadeng Timur, Kecamatan Negara.
Anjing tersebut kini dipastikan positif terjangkit rabies berdasarkan hasil uji sahih laboratorium Balai Besar Veteriner (BB Vet) Denpasar.
Baca Juga: Badah! Gigitan Kucing Liar Berujung Maut, Ibu Rumah Tangga di Jembrana Meninggal Diduga Rabies
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kabupaten Jembrana, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, 46, membenarkan kabar tersebut.
Pihaknya menjelaskan bahwa pengujian laboratorium dilakukan secara selektif terhadap dua sampel otak anjing dari wilayah yang berbeda.
Baca Juga: Geger! Anjing Mendadak Terjangkit Rabies Mengamuk di Bangli, Tujuh Orang Dalam Satu Keluarga Digigit
”Satu sampel asal Desa Tegalbadeng Timur dinyatakan positif rabies. Sedangkan satu sampel lain dari Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya, hasilnya syukurlah negatif,” jelas Sugiarta saat dikonfirmasi pada Selasa, (23/6/2026).
Menyikapi alarm bahaya ini, Pemkab Jembrana langsung tancap gas menyiapkan barikade untuk melokalisasi penularan virus. Tim gerak cepat penanganan hewan akan segera diterjunkan ke zona merah untuk menggelar vaksinasi darurat (emergency vaccination) serta tindakan eliminasi selektif terhadap Hewan Penular Rabies (HPR). Langkah taktis ini akan difokuskan dalam radius 1 hingga 2 kilometer dari titik lokasi kejadian.
”Namun kami garis bawahi, tindakan eliminasi selektif hanya akan kami lakukan atas dasar koordinasi serta adanya permintaan resmi dari pihak desa adat maupun dinas setempat,” tegas Sugiarta.
Untuk benteng pertahanan jangka panjang, Dispertan Jembrana terus menggenjot capaian vaksinasi massal. Hingga pertengahan tahun ini, realisasi vaksinasi HPR di Jembrana baru menyentuh angka 20 persen atau baru menyasar hampir 9.000 ekor dari total estimasi populasi anjing di Jembrana yang mencapai 40.400 ekor.
”Sisa target sekitar 32 ribu ekor anjing ini akan kami kejar dan sapu bersih secara masif pada bulan Juli hingga Agustus mendatang. Untuk stok ketersediaan vaksin dipastikan aman karena mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali. Percepatan ini juga melibatkan sinergi lintas sektor, termasuk menggandeng dokter hewan swasta,” terangnya.
- Total Populasi Anjing Jembrana: ± 40.400 Ekor
- Capaian Vaksinasi Saat Ini: ± 9.000 Ekor (20%)
- Sisa Target Juli-Agustus: ± 32.000 Ekor
Seperti diberitakan sebelumnya, seekor anjing suspect rabies mengamuk dan menggigit tiga warga di Banjar Tangi, Desa Tegalbadeng Timur. Mirisnya, dua korban di antaranya merupakan bocah di bawah lima tahun (balita). Anjing jantan berbulu cokelat berusia sekitar tiga tahun itu terakhir melukai Sodikun, 47, pada Senin malam, (15/6/2026) sekitar pukul 21.00 Wita dengan robekan di betis kiri.
Sodikun menceritakan, petaka itu datang saat warga tengah menggelar acara syukuran menyambut malam satu suro. Tanpa ada gonggongan, anjing tersebut mendadak menyerang dari arah belakang. ”Meski gigitannya tidak sampai mengucurkan darah segar, kaki saya langsung lebam kebiruan dan bengkak,” kenang Sodikun.
Sebelum menyasar Sodikun, anjing yang sama ternyata sudah lebih dulu mengincar dan menggigit dua balita, yakni Nara, 4, dan Husein, 5, pada Minggu, (14/6/2026). Husein dilaporkan mengalami luka robek berdarah di paha kanan, sementara luka yang dialami Nara relatif lebih ringan.
Kecurigaan warga terbukti setelah keesokan harinya, pada Selasa pagi, (16/6/2026), anjing penyerang tersebut ditemukan terbujur kaku alias mati di pinggir jalan tak jauh dari lokasi kejadian. Melihat gelagat klinis tersebut, para korban langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR). Petugas yang menerima laporan segera mengamankan sampel otak anjing untuk dikirim ke BB Vet Denpasar, yang kini hasilnya telah keluar dan dinyatakan positif rabies. [*]
Editor : Hari Puspita