NEGARA, Radar Bali.id - Kasus gigitan anjing positif rabies di Banjar Tangi, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara kembali bertambah.
Berdasarkan hasil penelusuran tim medis dan petugas terkait di lapangan, jumlah korban kini dilaporkan telah mencapai lima orang.
Untuk mengantisipasi penyebaran yang lebih luas, petugas langsung menggelar vaksinasi darurat menyusul keluarnya hasil laboratorium yang menyatakan hewan penular rabies (HPR) tersebut positif rabies.
Baca Juga: Antisipasi Kasus Rabies, Petugas Sisir Ulang HPR di Tukadaya Melaya
Sebelumnya, posko penanganan hanya menerima laporan tiga korban gigitan, yakni Sodikun serta dua anak kecil bernama Husein dan Nara. Namun, dari investigasi lanjutan yang dilakukan pada Selasa (23/6/2026), petugas kembali menemukan dua korban tambahan.
Mereka adalah Iis Datul Janah dan Edi. Bahkan, luka bekas gigitan taring anjing tersebut masih tampak jelas meradang di kaki kiri Iis.
”Jadi berdasarkan data terbaru, total ada lima orang yang menjadi korban gigitan anjing rabies tersebut,” terang Kepala Puskesmas II Negara, Ni Made Anggaraeni.
Ni Made Anggaraeni menambahkan, dari total lima korban itu, empat orang di antaranya sudah berhasil dievakuasi dan mendapatkan suntikan Vaksin Anti Rabies (VAR).
Sementara itu, satu korban lainnya dilaporkan belum sempat tertangani secara langsung di Bali lantaran yang bersangkutan sudah telanjur kembali ke kampung halamannya di Pulau Jawa.
Dari informasi yang dihimpun, korban yang pulang ke Jawa tersebut awalnya datang ke Kecamatan Negara untuk menghadiri hajatan keluarga. Apes, saat berada di lokasi, ia turut diserang oleh anjing yang sama.
”Kami akan segera menghubungi pihak korban yang di Jawa agar secepatnya mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan terdekat, karena hasil laboratorium terhadap otak anjing tersebut sudah positif rabies,” tegasnya.
Pihaknya juga memastikan bahwa masyarakat tidak perlu panik mengenai ketersediaan vaksin. Anggaraeni menegaskan stok VAR di Puskesmas II Negara saat ini masih dalam kondisi aman dan sangat mencukupi untuk melayani para korban gigitan HPR di wilayah kerjanya.
Di sisi lain, Koordinator Medik Veteriner Kecamatan Negara, Ni Nyoman Citra Susilawati mengatakan, tindakan vaksinasi darurat (emergency vaccination) ini diambil sebagai langkah cepat menindaklanjuti hasil uji laboratorium dari Balai Besar Veteriner (BBVet) Denpasar.
Dalam aksi cepat tersebut, petugas berhasil menyuntikkan vaksin rabies kepada 50 ekor HPR yang terdiri dari 20 ekor anjing dan 30 ekor kucing. ”Vaksinasi darurat ini kami sasar dalam radius tiga kilometer dari titik lokasi kasus. Estimasi populasi anjing di wilayah terdampak ini diperkirakan mencapai 500 ekor, sedangkan untuk populasi kucing masih terus kami lakukan pendataan,” papar Citra Susilawati.
Ancaman virus rabies di Kecamatan Negara memang patut menjadi perhatian serius semua pihak. Hingga bulan Juni 2026 ini, tercatat sudah ada 12 kasus positif rabies yang terkonfirmasi via laboratorium di Kecamatan Negara.
Secara rinci, sebaran kasus tersebut berada di Desa Banyubiru sebanyak lima kasus, Desa Baluk dua kasus, Desa Berangbang dua kasus, Kelurahan Loloan Barat satu kasus, Kelurahan Banjar Tengah satu kasus, dan Desa Tegal Badeng Timur satu kasus. Sementara itu, total estimasi populasi HPR di seluruh Kecamatan Negara sendiri diprediksi menembus angka 8.188 ekor.
Atas kondisi ini, petugas mengimbau keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap perilaku hewan peliharaan mereka. Warga diminta segera melapor ke fasilitas kesehatan atau petugas dokter hewan terdekat jika ada keluarga atau kerabat yang mengalami gigitan anjing maupun HPR lainnya. [*]
Editor : Hari Puspita