Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sinergi Akademisi dan Rumah Sakit: ICDP 2026 Dorong Bali jadi Pusat Wisata Kesehatan Global

Admin Radar Bali • Senin, 29 Juni 2026 | 19:16 WIB
FORUM DIALOG: Akademisi membahas strategi pengembangan ekosistem wisata medis di Bali.

 
FORUM DIALOG: Akademisi membahas strategi pengembangan ekosistem wisata medis di Bali.  
 

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com - Rangkaian kegiatan terakhir International Community Development Program (ICDP) 2026 telah dilaksanakan pada hari Selasa (23/06/2026).

Kegiatan ini berbentuk visit and discussion in health tourism strategy dengan lokus Bali International Hospital, RS Mata Bali Mandara dan Health Hub Bali. 

Kegiatan yang dihadiri sejumlah akademisi internasional maupun nasional dan expert bidang health & wellness tourism untuk mempertemukan, mendiskusikan pemikiran strategis, bukti ilmiah, dan kolaborasi dengan rumah sakit untuk mempromosikan Indonesia sebagai destinasi health dan wellness tourism unggulan.

VISIT & DISCUSSION: Kunjungan ke Bali International Hospital, Rumah Sakit Mata Bali Mandara dan Health Hub Bali.
VISIT & DISCUSSION: Kunjungan ke Bali International Hospital, Rumah Sakit Mata Bali Mandara dan Health Hub Bali.

Kegiatan visit and discussion ini didukung penuh oleh WUACD UNAIR, LPDP, dan Medical Tourism Indonesia.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 08.30 WITA dengan registrasi peserta di The Sakala Resort Bali, sebelum rombongan bertolak lokus masing-masing: Bali International Hospital (BIH), Rumah Sakit Mata Bali Mandara dan Health Hub Bali. 

Sesi pembukaan sekaligus pemaparan profil masing-masing rumah sakit mengawali agenda inti, diikuti dengan pengenalan layanan medis unggulan (flagship) dan program medical tourism yang dikembangkan oleh pihak rumah sakit, lengkap dengan sesi tanya jawab interaktif bersama para delegasi.

Salah satu momen penting dalam kegiatan ini adalah sesi Focus Group Discussion (FGD) yang menjadi forum bagi peserta kegiatan untuk berdialog lebih dalam mengenai peluang, tantangan, serta strategi pengembangan ekosistem wisata medis di Indonesia, khususnya di Bali sebagai salah satu destinasi unggulan.

Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Bali Medical Tourism Association yaitu dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes.

Ada pun rekomendasi dari sesi FGD di 3 lokus berbeda tersebut yaitu adanya kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan, penguatan kebijakan pendukung dari pemerintah, peningkatan kualitas SDM dan fasilitas kesehatan, serta strategi komunikasi publik yang lebih masif untuk membangun kepercayaan terhadap layanan kesehatan dalam negeri.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan tur fasilitas dan kunjungan langsung ke unit-unit layanan di masing-masing rumah sakit, memberi kesempatan bagi para peserta untuk menyaksikan secara langsung standar pelayanan, teknologi medis, serta infrastruktur pendukung yang dimiliki.

Bali International Hospital yang menjalankan medical tourism dengan lima spesialisasi utama kardiologi, onkologi, neurologi, gastroenterohepatologi dan ortopedi. 

Kemudian, RS Mata Bali Mandara yang telah menjalankan medical tourism dengan layanan unggulan LASIK dan ReLEx SMILE, Operasi Katarak dengan Lensa Premium dan Minimally Invasive Glaucoma Surgery.

Serta, Health Hub Bali dengan layanan unggulan Medical to Wellness Tourism, Functional Medicine dan HHB Vitality Clinic & Spa. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi resmi.

Kolaborasi lintas stakeholder dalam kegiatan ini menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat posisi Indonesia, khususnya Bali, sebagai destinasi medical tourism yang kompetitif di kancah regional maupun internasional. 

Dukungan dari WUACD UNAIR, LPDP, FK UNAIR, UNUSA, dan Medical Tourism Indonesia diharapkan dapat membuka jalan bagi kerja sama lanjutan antara dunia akademik, sektor kesehatan, dan industri pariwisata medis ke depannya.

Selain itu, melalui kegiatan International Community Development 2026, diharapkan dapat mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Yaitu Pengentasan Kemiskinan (#1) dan Pekerjaan Layak serta Pertumbuhan Ekonomi (#8), dengan tujuan memperbaiki perekonomian melalui kegiatan bisnis pariwisata kesehatan yang melibatkan peran aktif UMKM seperti contoh di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang kesehatan di Sanur, Bali. 

Selanjutnya, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) lain yang turut disasar adalah Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (#17) dan Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan (#3), dengan tujuan memastikan dampak kolaborasi dengan mitra akademis dan industri wisata kesehatan.

Program ini diharapkan dapat terus berlanjut melalui partisipasi aktif berbagai pihak.

Masyarakat dan pelaku industri yang ingin berkontribusi dapat bergabung dengan Ekosistem Health Tourism Indonesia melalui laman resmi Healthtourism.id . (tis)

Editor : Rosihan Anwar
#International Community Development Program (ICDP)